Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

Tribun Kaltara Goes to Campus UBT, Founder BINARI Group Dorong Anak Muda Berani Jadi CEO

Mendirikan Sokola Alam BINARI Tarakan, Kalimantan Utara perlu perjuangan bagi Retno Dwi Arin. Ditengah kesibukannya sebagai ASN dan ibu rumah tangga.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH
Momen Tribun Kaltara Goes to Campus Universitas Borneo Tarakan kali ini turut menghadirkan pembicara Retno Dwi Arini, Founder BINARI Group Tarakan, Selasa (15/11/2022). 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Di tengah kesibukannya sebagai ASN (Aparatur Sipil Negara) dan ibu rumah tangga, Retno Dwi Arini, ternyata mampu membangun bisnis sosial preneur dan konsultan independen.

Menjalani multi peran sebagai seorang ASN dan ibu rumah tangga sekaligus, bukanlah pekerjaan yang mudah bagi Retno Dwi Arini, karena dibutuhkan kedisplinan, komitmen dan kerja keras. Sebenarnya bagi Retno Dwi Arini sudah terbiasa mengerjakan banyak tugas sejak bangku sekolah. Ia selalu ingin menyibukkan diri dan menghasilkan pendapatan sendiri dari bisnis yang jalani. Ia mengakui semua berkat didikan kedua orangtua.

“Investasi termahal adalah diri kita sendiri. Maka mahasiswa juga harus demikian, mulai dari sekarang berpikir ingin berbisnis apa, atau memulai dari diri, mengatu sarapan pagi rutin, bersikap mandiri,” ungkap Arin, sapaan akrabnya, di hadapan mahasiswa saat menyampaikan sepenggal perjalanannya mendirikan Sokola Alam Bina Muda Mandiri (BINARI) yang ada di Tarakan, Kalimantan Utara

Baca juga: Tribun Kaltara Goes to Campus UBT, Bawa Materi Telkomsel #Buka Semua Peluang, Ungkap Jumlah Pengguna

Perempuan lulusan Universitas Brawijaya jurusan Ekonomi Pembangunan tahun 2006 ini, mengakui awal mulanya memulai dari titik nol. Sebelum menjadi CEO BINARI Group Tarakan, Kalimantan Utara, Retno Dwi Arin banyak menghadapi tantangan. Usaha Griya Belajar BINARI yang Ia rintis hanya diikuti sedikit peserta didik. Namun berkat kerja keras dan jaminan kualitas, usaha bimbingan belajar itu, kini diminati ratusan peserta didik.

Arin mengatakan mendapatkan keuntungan bukanlah tujuan utama Ia membangun bisnis. Beberapa unit bisnis yang dibangun Arin, berdiri karena alasan sosial. Griya Belajar BINARI misalnya, awalnya Ia didirikan untuk membantu orangtua yang kesulitan mendampingi anak belajar. Banyak orang tua yang harus bekerja sehingga tidak memiliki waktu membantu anak-anaknya belajar.

"Awalnya saya hanya relawan untuk membantu, tetapi semakin lama semakin banyak orangtua yang minta anaknya didampingi belajar. Akhirhya saya didirikan Griya Belajar BINARI agar lebih banyak anak yang terbantu," tukasnya.

Baca juga: Tribun Kaltara Goes to Campus Sambangi UBT, Pentingnya Literasi dan Wirausaha di Era Digital

Seiring waktu usaha Arin terus berkembang. Dari Griya Belajar, BINARI mulai merambah ke sektor pendidikan formal. BINARI mendirikan sekolah alam. Sekolah ini memiliki misi untuk memberikan pengalaman belajar yang unik dan berkarakter kepada anak. Melalui pengalaman ini, anak tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, cerdas, bertaqwa, dan mencintai alam." Semua usaha saya itu berkembang karena adanya support sistem," tambahnya.

Perempuan kelahiran Malang 23 Maret 1988 ini mengatakan, anak muda jangan takut membangun bisnis karena tidak punya modal. Ia mengatakan, modal terbesar untuk memulai bisnis adalah tekad, pengetahuan, kepercayaan, dan kerja keras.

Arin sendiri pernah mengalami masalah modal. Ia pernah mendapatkan projek pengadaan barang dan jasa bernilai Rp50 juta di tahun 2020, tapi Arin tidak punya modal awal. Ia hanya memberanikan diri meminjam uang kepada teman-temannya.

Retno Dwi Arini 01 16112022
Momen Tribun Kaltara Goes to Campus Universitas Borneo Tarakan kali ini turut menghadirkan pembicara Retno Dwi Arini, Founder BINARI Group Tarakan, Selasa (15/11/2022).

Bagai gayung bersambut, teman-teman Arin meminjamkan uang yang besarnya bervariasi. Ada yang meminjamkan Rp5 juta, Rp10 juta, bahkan Rp50 juta. Pinjaman ini Ia dapat hanya bermodalkan kepercayaan.

Pinjaman modal itu, Arin gunakan dengan bertanggung jawab. Begitu projek selesai, Arin langsung mengembalikan pinjaman. Karakter bertanggung jawab ini, membuat Arin selalu dipercaya teman-temannya. Ketika Ia membutuhkan modal 500 juta, teman-temannya tidak ragu untuk memberikan suntikan modal.

“Namun kembali lagi, komitmen dan kepercayaan. Mereka mempercayakan modalnya dipinjamkan ke saya, ada yang berikan sampai Rp150 juta, Rp50 juta, dan komitmen dua bulan saya kembalikan, ini terus berlanjut alhamdulillah,” urainya.

Baca juga: Sasar Jurnalis PWI Tarakan, Dosen Fakultas Hukum UBT Beri Penyuluhan Hukum saat Kritisi Kebijakan

Arin mengatakan, rezeki yang Ia dapatkan merupakan rida dari Tuhan Yang Maha Esa. Prinsip ini membuat Arin selalu menyisihkan keuntungannya untuk mendukung kegiatan sosial. Misalnya Ia mendukung kegiatan relawan yang melakukan aksi sosial ke pedalaman. Lewat dukungan BINARI, para relawan ini bisa memberikan pendampingan kepada anak-anak yang buta huruf.

“Jadi meski gak banyak, setiap hari, setiap bulan uang mengalir tentu dengan sistem manajemen yang baik, maka rezeki itu datang sendiri. Awalnya tidak mudah. Bukan modal uang, tapi modal kepercayaan. Jadi BINARI hadir karena modal kepercayaan orang di sekitar saya,” ungkap perempuan yang menamatkan Master Ekonomi dari Universitas Brawijawa tahun 2013 lalu.

Itu sepenggal cerita dan motivasi bagi mahasiswa yang ia paparkan dalam momen kegiatan Tribun Kaltara Goes to Campus mengusung tema Pentingnya Literasi dan Wirausaha di Era Digital Bagi Mahasiwa pada Selasa (15/11/2022) kemarin di Gedung SSBN UBT.

Terakhir ia berpesan, mahasiswa harus bisa bergerak dan berusaha menjadi pebisnis menjadi entrepreneur yang bisa sukses dan menghasilkan banyak profit. “Luaskan tujuan untuk kebermanfaatan,” pungkasnya.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

 

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved