Berita Daerah Terkini

Kisah Guru Daerah di Kukar, Mengabdi di Kampung tanpa Daratan, Pernah Gaji Tertunda Sembilan Bulan

Inilah kisah guru daerah di Desa Muara Enggelam, Kutai Kartanegara, mengabdi di kampung tanpa daratan, pernah gaji tertunda 9 bulan.

Editor: Sumarsono
HO/TribunKaltim
Kepala SDN 011 Muara Wis, Muara Enggelam, Kutai Kartanegara Hery Cahyadi, bersama anak didiknya. Ia mengabdi sebagai guru di pedalaman sejak puluhan tahun lalu. 

Menjadi guru di kawasan pedalaman dan terisolir bukan pekerjaan mudah.

Keteguhan hati dan keyakinan kuat dalam mendidik adalah kunci bertahan mengajar. Itulah yang dirasakan Hery kala itu.

Bagi warga pedalaman, kehadiran seorang guru adalah berkah. Sebisa mungkin mereka membuat guru yang bertugas nyaman dan betah.

“Kami disediakan rumah dan terkadang diberi hasil tangkapan ikan mereka. Semua menyambut hangat,” tambah Hery.

Di tempatnya pertama bertugas, jumlah guru hanya empat orang termasuk kepala sekolah. Tak heran jika satu guru bisa mengajar rangkap di beberapa kelas.

“Guru agama, pendidikan jasmani, hingga wali kelas tiga saya lakukan bersamaan di sekolah itu,” ujarnya.

Suaranya kali ini lebih kencang. Ada kesal bercampur haru kala menceritakan kisah itu. Kata dia, gaji Rp 200 ribu yang ia terima tidak cukup untuk menghidupi keluarga kecilnya.

Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, Hery bekerja serabutan.

Menjadi nelayan tangkap air tawar adalah solusi terbaik kala itu.

“Jadi kalau habis Ashar saya tebar jaring, sehabis subuh sebelum mengajar saya angkat untuk melihat hasil ikan yang didapat,” sebut Hery seraya tertawa.

Pada tahun 2000, karena kebutuhan guru yang mendesak, Hery pun dimutasi ke Desa Muara Enggelam

Sebuah desa yang dibangun di atas aliran Sungai Enggelam yang langsung berhadapan dengan Danau Melintang. Seluruh rumah dibangun di atas rakit.

Baca juga: 27 Pantun Ucapan Hari Guru Nasional 25 November 2022, Penuh Makna dan Menyentuh Hati

Tak ada daratan. Tidak ada akses darat. Kata Hery, gaji kecil dan bertugas di pedalaman bukanlah perkara mudah.

Harga kebutuhan sehari-hari tentu jauh lebih mahal. Apalagi Hery memiliki anak yang masih kecil.

Gaji Tertunda 9 Bulan

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved