Opini
Quality Tourism untuk Pembangunan Inklusif
Sektor pariwisata sangat strategis dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Indikator amenitas pariwisata mendapatkan nilai yang rendah (2,6 poin) dan menempati peringkat 91. Hal ini mengindikasikan bahwa belum tersedianya amenitas baik hotel, restoran, café, maupun kawasan pariwisata yang baik dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Empat kendala utama pertumbuhan dan daya saing pariwisata Indonesia saat ini adalah (i) masih buruknya akses, kualitas layanan dan infrastruktur bagi masyarakat, pengunjung dan pengusaha; (ii) terbatasnya keterampilan tenaga kerja dan layanan pariwisata dari sektor swasta; (iii) lemahnya dukungan untuk investasi swasta pada sektor pariwisata; dan (iv) lemahnya koordinasi antarkementerian/lembaga, pusat-daerah, pemerintah-swasta dalam pengembangan pariwisata dan dalam pelestarian kekayaan alam dan budaya.
Untuk mengatasi kendala tersebut maka dibutuhkan peran serta kementerian/lembaga terkait, termasuk sinergi dan kolaborasi antara Bank Indonesia dan Sekber Pariwisata dalam pengembangan kepariwisataan Indonesia dan respon terhadap isu kearifan lokal, isu kebersihan, kesehatan, keamanan, dan keberlanjutan lingkungan.
Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat
Momentum pemulihan pariwisata perlu terus diperkuat di tengah mengemukanya tantangan dari ketidakpastian global yang meningkat melalui peran wisatawan nusantara.
Dalam jangka pendek, penyelenggaraan meeting, incentive, convention, dan exhibition (MICE) terus ditingkatkan untuk memperpanjang masa tinggal dengan pengeluaran wisman yang lebih besar.
Dalam jangka menengah, percepatan pengembangan berbagai destinasi pariwisata, terutama destinasi pariwisata super prioritas (DPSP) yang mengarah pada quality tourism, pengembangan desa wisata, dan ekonomi kreatif akan menjadi modal yang akan membawa pariwisata nasional Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat dan semakin mampu dalam mewujudkan pembangunan Indonesia yang inklusif.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/Dr-Rudy-Badrudin.jpg)