Ramadan 2026
Mutiara Ramadhan: Jalan Menuju Manusia Tertib dan Jujur
Paling tidak ada berapa hal menjadi manfaat ibadah puasa kita. Pertama adalah puasa mendidik manusia menjadi manusia jujur, tertib.
Drs KH Mursyidin M HI
Ketua MUI Sulawesi Tenggara
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah wasalatu wassalamu ala rasulillah sayyidina Muhammad ibni Abdillah wa ala alihi wasahbihi waman walah.
Tribunes yang berbahagia. Puji syukur mari kita panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wa taala atas limpahan rahmat karunia-Nya, hidayah dan taufiknya.
Sehingga pada kesempatan yang penuh kebahagiaan ini, insyaallah kita dapat melaksanakan salah satu kegiatan tausiah berkaitan dengan bulan suci Ramadhan. Bulan Ramadhan, bulan yang diwajibkan seseorang untuk melaksanakan ibadah puasa.
Sebagaimana di dalam Al-Qur'an Allah menjelaskan: Bismillahirrahmanirrahim. Ya ayyuhalladzina amanu kutiba alaikumusam kama kutiba aladina minikum laallakum tattaquun.
Yang artinya, "Hai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan atas kamu puasa sebagaimana telah diwajibkan dengan umat-umat terdahulu supaya kamu bertakwa kepada Allah Subhanahu wa taala."
Kali ini judul kita adalah manfaat ibadah puasa. Ibadah puasa atau asiam atau asum diartikan oleh ulama adalah al-insak. Apa itu al-insak? Menahan.
Baca juga: Mutiara Ramadhan: Meraih Waktu Mustajab yang Tak Bisa Terulang
Jadi puasa diartikan menahan, mampu mengendalikan. Itu arti daripada ibadah puasa. Nah, kalau kita melihat dari judul yang kita akan bahas dalam tausiah ini adalah manfaat ibadah puasa.
Paling tidak ada berapa hal menjadi manfaat ibadah puasa kita. Pertama adalah puasa mendidik manusia menjadi manusia jujur, tertib.
Kenapa saya katakan jujur tertib? Dan orang yang berpuasa itu insyaallah tidak akan berani berbuka sebelum masuk waktu berbuka puasa.
Dan insyaallah mereka akan tidak berani lagi makan ketika tiba waktu imsak. Imsak waktu untuk menahan makan dan minum. Jadi orang yang betul-betul menghayati, mengamalkan hakikat ibadah puasa itu pasti orangnya jujur, bukan pembohong. Karena hati nuraninya mengatakan bahwa ini sudah tidak boleh makan, maka jangan makan.
Sudah harus berbuka maka harus berbuka. Maka di situlah karena sifat jujur ini sifat yang dimiliki oleh seorang berpuasa, maka Allah memberikan sesuatu nilai ibadah, nilai pahala yang tertinggi. Apa kata Allah dalam hadis qudsi? Asumuli. Puasa itu adalah milikku, kata Allah wa ana ajzibi: “Saya langsung memberikan pahalanya,”
Baca juga: Abah Jimmy Nasroen Rintis Pondok Pesantren Sekaligus Bangun Peradaban Kecil di Tanjung Selor
Ibadah lain tidak seperti ibadah salat, ibadah zakat, haji. Tapi kalau puasa Allah sendiri akan memberikan pahala langsung kepada yang bersangkutan. Karena yang tahu hakikat puasa, kualitas puasa itu adalah Allah yang bersangkutan. Kenapa? Kalau kita melihat sekarang kita tidak bisa membedakan mana yang berpuasa dan tidak.
Kalau melihat karena loyonya banyak orang bisa meyaktikan sebagai loyo. Maka itu dikatakan oleh Allah bahwa saya langsung akan berikan pahala orang yang melaksanakan ibadah puasa. Yang kedua, orang berpuasa pasti tertib, taat aturan, disiplin karena terbiasa mengendalikan diri untuk tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan agama.
| Baznas Nunukan Kumpulkan Rp 782 Juta Zakat, Infak, dan Sedekah Selama Ramadan 2026 |
|
|---|
| Jadwal Imsak dan Buka Puasa Berau Kaltim Hari Ini 30 Ramadan 2026 |
|
|---|
| Jadwal Imsak Balikpapan 2026, Cek juga Amalan Sahur dan Buka Puasa Hari Ini |
|
|---|
| Jadwal Imsakiyah Tarakan Hari Ini 30 Ramadan 1447 H, Lengkap Waktu Buka Puasa |
|
|---|
| Jadwal Imsak dan Buka Puasa Nunukan Kaltara Hari Ini Rabu 18 Maret 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/20260225-Drs-KH-Mursyidin-M-HI-Ketua-MUI-Sulawesi-Tenggara.jpg)