Selasa, 2 Juni 2026

Ramadan 2026

Mutiara Ramadhan: Jalan Menuju Manusia Tertib dan Jujur

Paling tidak ada berapa hal menjadi manfaat ibadah puasa kita. Pertama adalah puasa mendidik manusia menjadi manusia jujur, tertib.

Tayang:
Editor: Adhinata Kusuma
TribunKaltara.com
Drs KH Mursyidin M HI,  Ketua MUI Sulawesi Tenggara 

Ya, tertib disiplin. Maka orang berpuasa itu insyaallah tidak akan berani melakukan sesuatu kemaksiatan apalagi melanggar aturan. Ada yang sering saya lihat ini sering dipandangin orang dianggap biasa tapi mungkin itu bisa mengarah kepada perbuatan dosa. Kalau sering kita melihat di perapatan-perapatan ada namanya lampu merah itu, lampu merah itu sebagai tanda bahwa orang tidak boleh melewati lampu merah sebelum menyala lampu hijau.

Nah, ada orang melihat menganggap biasa bahwa seolah-olah itu tidak ada apa-apanya. Itu mengandung kepada perbuatan dosa. Artinya kita melalui sesuatu bukan hak kita. Berarti mengambil haknya orang itu berdosa. Haknya orang lewat kita pakai itu namanya mengambil dosa. Kadang-kadang orang tidak sadar.

Bahkan ada orang bangga melewati lampu merah begitu bang itu dia tidak sadar bahwa itu salah satu perbuatan dosa yang dilakukan. Yang ketiga, orang berpuasa itu memiliki sifat kepedulian, rasa kasih sayang, rasa empati kepada seseorang. Kan dia merasakan bagaimana rasanya kalau kita tidak makan, loyo, lesu.

Begitulah yang dirasakan orang yang miskin selama tidak pernah makan. Maka ketika merasakan dalam berpuasa ada sifat kasih sayang. Nah, ketika mereka punya kelebihan harta, ada keperluan kepada seseorang untuk berbagi nikmat. Maka orang punya harta ketika sampai ukuran nisab haul, maka wajib mengeluarkan zakatnya.

Paling tidak berinfak, paling tidak bersedekah. Kalau zakat ada aturan tertentu karena zakat itu ada aturan tertentu yang bisa kita keluarkan ketika mencapai nisab haul sesuai tuntunan. Tapi kalau infak tidak ada batasnya, sedikit banyak tergantung keikhlasan kita. Apalagi sedekah. Sedekah juga tidak tertentu, tidak terbatas apa nilainya.

Bahkan sedekah itu ada yang tidak berbentuk materi. Kata Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, tabuka fi wajhi akika sodqah. Kamu senyum kepada saudaramu itu sedekah. Kalau tidak mampu harta secara finansial, cukup ia senyum kepada seseorang, memperlihatkan rasa senang kepada orang.

Oleh karena itu, pemirsa yang berbahagia, dan terakhir maka puasa itu manfaatnya salah satu adalah mampu mengendalikan diri, mengendalikan hawa nafsu dari perbuatan yang dilarang oleh agama. Baik perkataan maupun tindakan yang bisa menyakiti orang. Itulah manfaat ibadah puasa.

Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa taala memberikan hidayah kepada kita sekalian sehingga ibadah puasa bisa membuat kita menjadi manusia yang dekat kepada Allah, mencapai derajat takwa kepada Allah Subhanahu wa taala. Demikianlah, mudah-mudahan ada manfaatnya.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. (*)

 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved