Breaking News:

Berita Daerah Terkini

Akibat Bus Mogok Saat ke IKN, Persatuan Insinyur Indonesia Usulkan Smart Transport untuk Masa Depan

Sebanyak 300 anggota Rapat Pimpinan Nasional Persatuan Insinyur Indonesia (Rapimnas PII) melakukan kunjungan ke Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

HO / Persatuan Insinyur Indonesia
Sebanyak 300 anggota Rapat Pimpinan Nasional Persatuan Insinyur Indonesia (Rapimnas PII) melakukan kunjungan ke Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Minggu (22/1/2023). 

TRIBUNKALTARA.COM, BALIKPAPAN - Sebanyak 300 anggota Rapat Pimpinan Nasional Persatuan Insinyur Indonesia ( Rapimnas PII) melakukan kunjungan ke Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Minggu (22/1/2023).

Terdapat beberapa lokasi yang dikunjungi oleh rombongan Rapimnas PII diantaranya Titik Nol IKN, lokasi Istana Negara Presiden Republik Indonesia, serta Bendungan Sepaku Semoi.

Terdapat 6 Bus yang dikerahkan, pada titik kumpul di Hotel Novotel kota Balikpapan.

Bus ini mulai melakukan perjalanan menuju IKN bertepatan pada pukul 7.04 WITA, melewati Gerbang Tol Manggar.

Baca juga: Lirik Potensi Wisata di IKN, Pelabuhan Punggur Dibangun dengan Nuansa Tradisional, Ini Kata Arsitek

Namun, ketika dalam pertengahan perjalanan, salah satu Bus yang ditumpangi oleh Hetifah Sjaifudian selaku Ketua Pelaksana kegiatan Rapimnas sekaligus Wasekjen PII, mengalami mogok.

Sehingga, dengan terpaksa penumpang dari Bus yang mogok tersebut berpindah ke Bus lain yang masih terdapat kursi kosong, untuk melanjutkan kembali perjalanan menuju IKN.

Setelah sampai di lokasi Titik Nol IKN, Hetifah menyampaikan usulan untuk mengembangkan Smart Transport di masa depan, melalui sebuah pantun.

"Tetap melangkah walaupun pelan, yang penting kita sampai tujuan, waduh Bus mogok ditengah jalan, saatnya kembangkan smart transport di masa depan," ujar Hetifah saat menyampaikan sambutan dalam kegiatan kunjungan Rapimnas PII di IKN.

Menurutnya, kejadian Bus mogok tersebut menjadi sebuat pembelajaran dari realita selama perjalanan.

"Saya baru tau, kebanyakan Bus sewaan itu pakai ban vulkanisir. Karena ban yang baru itu harga nya sangat mahal Rp 14 juta untuk satu ban," pungkas Hetifah.

Adapun, Dia menambagkan, bahwa banyak sekali tantangan yang tengah dihadapi.

Belum lagi, ketika melakukan perjalanan ke pedalaman-pedalaman di wilayah Provinsi Kalimantan Timur.

Baca juga: Ingin ke IKN Nusantara Tersedia Bus Bersubsidi, Berikut Rute dari Balikpapan ke Titik Nol IKN

"Saya yakin, ini bukan kedatangan kita yang terakhir. Tentunya untuk mengasah berbagai pembelajaran dari pembangunan IKN, agar bisa diadopsikan," tutur Hetifah.

"Tetapi jika ada hal-hal yang mungkin tidak sesuai, atau dalam prosesnya dianggap menjadi lesson lease, atau sebaliknya. Tentu menjadi pembelajaran yang baik untuk membangun kota-kota di Indonesia," ucapnya.

Penulis: Ary Nindita

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved