Berita Malinau Terkini

Kepala Daerah Diminta Jaga Stabilitas Harga Barang Pasar, Bupati Malinau Beber Peran 3 Unsur Penting

Persoalan stabilitas ekonomi, inflasi dan daya beli masyarakat turut direkomendasikan DPRD Malinau sebagai fokus awal pemanfaaatan APBD 2023.

Penulis: Mohamad Supri | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM / MOHAMMAD SUPRI
Kegiatan ekonomi masyarakat di Pasar Induk Malinau Kota, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Pekerjaan rumah bagi kepala daerah pada awal tahun 2023 diantaranya menekan angka inflasi yang berpotensi melambung tahun ini.

Hal tersebut disampaikan langsung Presiden RI, Joko Widodo dalam arahannya pada Rakornas bersama kepala daerah pada Selasa (17/1/2023) lalu.

Di Malinau, persoalan stabilitas ekonomi, inflasi dan daya beli masyarakat turut direkomendasikan DPRD Malinau sebagai fokus awal pemanfaaatan APBD 2023.

Terutama deteksi dini potensi kenaikan harga barang dan jasa di pasar dan sejumlah penyedia jasa di Malinau.

Baca juga: Berawal dari Pembakaran Sisa Pertukangan, Gudang Mebel di Malinau Kota Ludes Dilalap Si Jago Merah

Bupati Malinau, Wempi W Mawa menerangkan penanganan inflasi di daerah merupakan tanggung jawab bersama.

"Terkait stabilitas ekonomi daerah ada 3 komponen utama. Ada peran Pemerintah, masyarakat dan pengusaha. Jika 3 komponen ini bersatu, ancaman resesi dan inflasi ini bisa kita lewati," ungkapnya.

Dalam Rakornas yang dihadirinya, Presiden RI juga menekankan agar kepala daerah sering-sering memantau langsung perkembangan harga komoditas di pasar.

Utamanya bahan pokok, beras hingga komoditas penyumbang inflasi seperti cabai rawit dan komoditas yang kerap menggerek harga kebutuhan lain di pasaran.

Terkait komoditas pangan utama seperti beras, Wempi W Mawa menerangkan arahan presiden simultan dengan program ketahanan pangan di daerah.

Baca juga: Cuti Bersama Imlek 2023, Warga Tionghoa di Malinau Masih Open House

"Untuk ketahanan pangan, khususnya bahan pokok ini kita juga punya program inovasi seperti beras daerah atau Rasda Plus. Jadi sudah ada, tinggal memaksimalkan program yang ada," katanya.

(*)

Penulis : Mohammad Supri

Sumber: Tribun Kaltara
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved