Berita Daerah Terkini

Dewa Uang dan Barongsai Meriahkan Perayaan Imlek di Sekolah Tiga Bahasa Tunas Budi Luhur Balikpapan

Kejutan, Dewa Uang dan barongsai memeriahkan perayaan Imlek di Sekolah Tiga Bahasa Tunas Budi Luhur Balikpapan pada Jumat 3 Februari 2023 kemarin.

Editor: Sumarsono
HO
Murid-murid Sekolah Tiga Bahasa Tunas Budi Luhur Balikpapan berbaur dengan barongsai di atas panggung acara perayaan Imlek, Jumat (3/2/2023) kemarin. 

TRIBUNKALTARA.COM, BALIKPAPANDewa Uang dan barongsai memeriahkan perayaan Imlek  di Sekolah Tiga Bahasa Tunas Budi Luhur Balikpapan pada Jumat 3 Februari 2023 kemarin.

Dimeriahkan acara hiburan tari-tarian, menyanyi oleh siswa-siswi dan orangtua siswa, plus atraksi barongsai dan kehadiran Dewa Uang.

Beginilah hebohnya, Sekolah Tiga Bahasa Tunas Budi Luhur Balikpapan merayakan tahun baru Imlek.

Acara berlangsung di halaman sekolah, Jalan Bukit Niaga RT. 11 No.37, Klandasan Ilir, Kecamatan Balikpapan Kota, Balikpapan, Kalimantan Timur.

Hadir pada perayaan Imlek, murid-murid taman kanak-kanak, SD dan SMP Tunas Budi Luhur yang mewajibkan siswanya mendapatkan pengajaran tiga bahasa utama, yakni bahasa Indonesia, Mandarin dan bahasa Inggris.

Acara diawali menyanyikan hyme Balikpapan, dilanjutkan sambutan dari panitia Rida Triwulan SPd.

Dalam sambutannya Rida menyatakan bangga, karena Sekolah Tiga Bahasa Budi Luhur bisa menyelengggarakan perayaan Imlek, tahun 2023 ini.

Baca juga: Dukung Pariwisata Indonesia, Telkomsel Kawal Imlek dan Cap Go Meh di Pontianak dan Singkawang

"Karena selama Covid-19, sekolah tidak pernah menyelenggarakan acara bersama," kata dia.

Acara ini disiapkan hanya dalam waktu seminggu saja.

"Semua dadakan, tetapi karena begitu antusias para orang tua murid. Semua dibantu, dibuatkan panggung, maka acara ini bisa digelar," kata Rida menambahkan.

Dia juga menyatakan terima kasih kepada pengurus yayasan yang hadir, antara lain Irawan Adhi Chandra (ketua), Sandja Kuantita, dan Koesnadi Koharsoebroto (wakil ketua).

yayasan tunas budi luhur
Pengurus yayasan Tunas Budi Luhur bersama kepala sekolah dan guru Sekolah Tiga Bahasa Tunas Budi Luhur Balikpapan pada acara peryaaan Imlek 2574.

Potongan 50 Persen

Ketua Yayasan Tunas Budi Luhur, Irawan Adhi Chandra dalam sambutannya terkejut dan bangga atas acara yang dilaksanakan panitia.

Apalagi persiapannya hanya seminggu.

"Sungguh membanggakan. Saya ucapan terima kepada panitia, terutama komite sekolah besertra orang siswa yang sudah memberikan bantuan luar biasa ini."

Bukah hanya bantuan saja, tetapi para orangtua siswa juga tampil menyumbangkan lagu dan tari untuk memeriahkan acara Imlek.

Baca juga: Rayakan Tahun Baru Imlek 2023, Warga Tionghoa di Tanjung Selor Harap Kemakmuran di Tahun Kelinci Air

Irawan berharap kepedulian para orangtua siswa bisa semakin mendorong kemajuan dan pengembangan Sekolah Tiga Bahasa Tunas Budi Luhur.

"Juga tolong dibantu untuk menginformasikan kepada saudara, tetangga dan warga di Balikpapan, tahun ajara mendatang sekolah Tunas Budi Luhur memberikan diskon 50 persen uang pendaftaran bagi siswa baru.

Jadi tolong sampaikan kepada warga masyarakat Balikpapan," kata Irawan menegaskan.

Acara hiburan dilanjutkan dengan menampilkan ucapan selamat tahun baru Imlek dalam bahasa Inggris yang dibawakan oleh Marchel (kelas VI).

Lalu adik kelasnya bernama Narchello (kelas IV) melantunkan lagi dari khas Sulawesi Selatan 'Angin Mammiri'.

Lagu ini merupakan kisah tentang seseorang yang merantau tak pernah pulang dan mnitipkan kerinduan lewat angin.

Baca juga: Bertemu di Acara Hari Imlek Nasional, Begini Momen Salah Tingkah Kaesang Saat Salami Presiden Jokowi

Muncul di panggung bunyi-bunyi keras antara simbal dan perskusi mengawali atraksi barongsai.

Pada saat itulah, seluruh penonton mulai pengurus yayasan, guru dan siswas memasukkan angpao ke mulut barangosai.

Tiba giliran terakhir, saat muncul Dewa Uang.

Adalah Kho Ming Kuang berubah menjadi Dewa Uang.

Mengenakan pakaian ala dewa Tiongkok berwajah merah, membawa pundi-pundi berisi uang.

Dia tampil di panggung, sementara para sisweas sekolah berebut angkpoa merah yang disebarkan oleh sang Dewa Uang. Mereka bersorak-sorak berebut amlop merah yang disebarkan sang dewan.

Kho King Kuang yang datang bersama istrinya Inneke, adalah orang tua Candita, Deta dan Chatra semua siswas di Sekolah Tiga Bahasa Tunas Budi Luhur. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved