Hari Buruh 2023
Jelang May Day 1 Mei, Puluhan Ribu akan Gelar Aksi Demo Undang Capres 2024, Serentak di 38 Provinsi
Jelang Hari Buruh Internasional atau May Day pada Senin, 1 Mei 2023, puluhan ribu buruh akan menggelar aksi demonstrasi serentak di 38 provinsi.
TRIBUNKALTARA.COM, JAKARTA – Jelang Hari Buruh Internasional atau May Day pada Senin, 1 Mei 2023, puluhan ribu buruh akan menggelar aksi demonstrasi serentak di 38 provinsi se Indonesia.
Di Jakarta, aksi demonstrasi buruh berlangsung di depan Istana Negara dan gedung DPR RI, Istora Senayan.
Presiden Konfederasi Serikat Buruh Indonesia (KSPI), Said Iqbal mengatakan demo di depan Istana Negara dan gedung Mahkamah Konstitusi, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.
Aksi di depan Istana Negara dan gedung MK itu akan mulai pukul 09.00 sampai 12.30 WIB.
"Wilayah Jabodetabek jam 9.30 WIB sampai dengan 12.30 WIB akan dilakukan aksi massa di depan Istana dan gedung MK," kata Said Iqbal dalam jumpa pers daring, Sabtu (29/4).
Said Iqbal mengklaim aksi tersebut akan diikuti puluhan hingga ratusan buruh dari berbagai organisasi. Dia menyebut hingga saat ini sudah ada 50 ribu buruh yang terkonfirmasi akan hadir dalam aksi.
"Jumlah massa yang akan aksi se-Jabodetabek di Istana dan MK 50 ribu-100 ribu. Kami merencanakan 100 ribu.
Terkonfirmasi sampai pagi ini hampir 50 ribu lebih yang akan mengikuti aksi May Day," ujarnya.
Selepas aksi di Istana Negara dan gedung MK, massa akan diarahkan bergerak menuju Istora Senayan sekitar pukul 12.30 WIB.
Baca juga: Sambut Hari Buruh 2023, Kumpulan Pantun Berisi Pesan Motivasi untuk Perjuangan Para Pekerja
Di lokasi kedua, agenda aksi akan diisi oleh May Day Fiesta hingga pukul 17.00 WIB.
Said Iqbal menyebut rangkaian agenda juga akan diisi pidato oleh dua bakal calon presiden atau Capres 2024 yang akan didukung partai buruh dalam rakernas beberapa waktu lalu.
"Ada kemungkinan, juga ucapan hari buruh internasional dari capres yang sudah diputuskan dalam rakernas partai buruh," katanya.
Dalam Rakernas yang digelar Januari lalu, empat orang mendapat suara dukungan dari Partai Buruh yakni Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, Najwa Shihab, dan Said Iqbal sendiri.

Orasi politik Presiden Partai Buruh juga akan dibacakan dalam rangkaian acara May Day itu terkait isu yang sedang berkembang saat ini.
Said Iqbal menyebut aksi May Day tahun juga akan diikuti oleh serikat buruh di 38 provinsi dan khususnya kota-kota industri lain.
Mulai dari Surabaya, Semarang, hingga Batam. Ribuan buruh diklaim akan hadir dalam aksi tersebut. Ada empat isu yang diangkat dalam May Day 2023.
Pertama, cabut Omnibus Law UU No 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja. Kedua, cabut Undang-Undang terkait parliamentary threshold 4 persen.
Ketiga, tolak RUU Kesehatan. Keempat, sahkan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT).
Koalisi Kecil
Said Iqbal yang juga Presiden Partai Buruh, mengatakan akan mendeklarasikan koalisi kecil untuk melawan koalisi besar pada peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day pada 1 Mei 2023.
Dijelaskan Said Iqbal, koalisi kecil ini tidak hanya mengajak bergabungnya partai politik non parlemen maupun parpol baru, tapi juga masyarakat sipil.
Seperti serikat buruh, serikat petani, serikat nelayan, guru dan tenaga honorer, para aktivis perempuan dan lingkungan hidup maupun kelompok masyarakat sipil lainnya.
Baca juga: Hadiri Bulan K3 Nasional di PT NJL, Gubernur Kaltara Minta Buruh di Perbatasan Jaga Kedaulatan NKRI
"Dalam May Day di Istora Senayan dan di Istana Negara akan disampaikan beberapa deklarasi, yaitu deklarasi koalisi kecil melawan koalisi besar yang dimotori Partai Buruh," kata Said.
"Jadi nanti kita akan ajak partai nonparlemen maupun parpol baru, tapi juga civil society," lanjutnya.
Said Iqbal menyebut koalisi kecil ini didedikasikan untuk melawan munculnya kembali gejala demokrasi terpimpin.
Tiga ciri munculnya gejala demokrasi terpimpin itu menurutnya yakni adanya aturan presidential threshold 20 persen, kemudian parliamentary threshold 4 persen, terakhir adalah terbentuknya koalisi besar.
"Itu lah tiga ciri munculnya demokrasi terpimpin yang membahayakan demokrasi di Indonesia.
Partai Buruh dengan segala keterbatasannya mengajak parpol nonparlemen, parpol baru dan masyarakat sipil untuk membangun koalisi kecil," ungkap Said Iqbal.
Baca juga: Peringati Hari Buruh, Massa Aliansi Parlemen Jalanan Datangi Kantor Gubernur Kaltara, Tuntut ini
Pengamanan
Terkait pengamanan Hari Buruh, Polda Metro Jaya akan mengerahkan sebanyak 4.200 personel.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto mengatakan, ribuan personel tersebut nantinya akan disebar di beberapa wilayah di DKI Jakarta khususnya di dua lokasi utama yakni area Patung Kuda dan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat.
"Rekan-rekan dengar tadi bahwa diawal 4 ribu lebih ya, 4.200 (personel) itu yang tergelar di lapangan," kata Karyoto.
Selain personel dari aparat kepolisian, dikatakan eks Deputi Penindakan KPK tersebut bahwa juga akan disiagakan pengamanan dari unsur TNI yakni sekitar 3.500 personel.
Adapun pengamanan dari unsur TNI nantinya bersifat membackup aparat kepolisian apabila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk melakukan pengamanan.
"Yang lain pun seperti Panglima Daerah Militer Jayakarta (Pangdam Jaya) menyiapkan 3.500 personel yang standby on call," jelasnya.
Karyoto kemudian mengimbau agar para massa buruh menggelar aksi May Day dengan tertib.
Baca juga: Momen May Day, Empat Kegiatan di 4 Titik, Berikut 8 Tuntutan Disuarakan Dalam Seruan Aksi Hari Buruh
"Tentunya kita mengimbau bahwa rekan-rekan dari pekerja juga harus melihat kepentingan masyarakat lain," ujar Karyoto.
Menurut dia, jika massa buruh menggelar acara dengan tertib, maka tidak akan mengganggu aktivitas masyarakat lain. Selain itu, juga untuk menghindari kemacetan.
Dulu peringatan Hari Buruh Internasional identik dengan kemacetan karena aksi besar-besaran yang digelar.
Namun sejak 2014, 1 Mei ditetapkan sebagai hari libur nasional oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Kalau mereka tertib tentunya kan acara lebih enak, tidak akan banyak gangguan-gangguan yang ditimbulkan terhadap misalnya kemacetan dan lain-lain," kata dia.
Karyoto menuturkan May Day merupakan event perayaan bukan demonstrasi. Sebab itu, dia berkata pihak kepolisian berusaha memberikan pelayanan pengamanan baik untuk pelaksanaan acara maupun masyarakat yang terkena jelasnya.
"Mudah-mudahan acara ini tidak mengganggu ketertiban masyarakat, karena dengan pengerahan anggota dari serikat pekerja yang datang dari luar Jakarta, baik Bekasi, Depok, Tangerang, ke Ibu Kota ini untuk merayakan (May Day)," imbuhnya. (tribun network/dng/dod)
Baca berita Tribun Kaltara menarik lainnya baca di Google News
Hari Buruh Internasional
May Day
buruh
aksi demonstrasi
calon presiden
Capres 2024
DPR RI
Istana Negara
Partai Buruh
Said Iqbal
Polda Metro Jaya
Cara Unik Memperingati Hari Buruh Sedunia di Kaltim, Bagikan Sembako, Doorprize hingga Bedah Rumah |
![]() |
---|
May Day, Momentum Membangun Wirausaha Baru |
![]() |
---|
May Day 2023, Buruh Speedboat Berharap Ada Ketetapan Tarif Jasa di Seluruh Pelabuhan Tana Tidung |
![]() |
---|
Peringati May Day, Polres Nunukan Beri Tumpeng ke Buruh TKBM di Dermaga Pelabuhan Tunon Taka |
![]() |
---|
Peringati Hari Buruh Sedunia 1 Mei, Puluhan Dosen Tergabung dalam KIKA Sampaikan 3 Pernyataan Sikap |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.