Berita Malinau Terkini
Antisipasi Cuaca Terik Picu Karhutla di Malinau, Efisiensi Pencegahan KPH Libatkan Masyarakat
Cuaca terik di Malinau Kalimantan Utara akhir-akhir ini diantidipasi dapat memicu kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla.
Penulis: Mohamad Supri | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Cuaca terik di Malinau Kalimantan Utara akhir-akhir ini diantidipasi dapat memicu kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.
Tititk panas atau hotspot periode Mei-Juni di Malinau berdasarkan data BMKG tersebar di sejumlah wilayab, khususnya Malinau bagian selatan dan wilayah Utara.
Kepala UPTD Kesatuan Pengelola Hutan atau KPH Malinau, Antonius Mangiwa menerangkan setiap tahun program pencegahan difokuskan berdasarkan sebaran hot spot atau titik panas.
MPA atau Masyarakat Peduli Api merupakan merupakan program pencegahan berbasis partisipasi masyarakat.
Baca juga: Wabup Malinau Kesal 4 Kali Ingatkan Disiplin, ASN tak Ada Perubahan, Ngopi di Warung saat Jam Kerja
"Tahun ini, ada 5 desa dengan melibatkan 75 orang relawan. Kegiatan berupa Patroli dan groundcheck termasuk pemadaman jika terjadi karhutla," katanya.
Cuaca panas akhir-akhir ini di Malinau, dikhawatirkan dapat berujung Kebakaran hutan dan lahan, terutama di Malinau bagian utara dan selatan.
Kegiatan patroli dan pemeriksaan lapangan merupakan upaya antisipasi, pencegahan dan pemantauan potensi kebakaran dari laporan titik panas.
Melibatkan masyarakat dan relawan sebagai pelaksana. Partisipasi masyarakat melalui MPA kata Antonius, karena jangkauan dan efisiensi penanganan.
Baca juga: Pertahankan Kearifan Lokal, Masyarakat Adat di Malinau Ini Tolak Tawaran dari 4 Perusahaan
"Jadi, partisipasi masyarakat merupakan faktor penting untuk mengatasi dan menangani jika terjadi karhutla. Syukurnya, di Malinau belum ada karhutla sejauh ini," ungkapnya.
(*)
Penulis : Mohammad Supri
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/pemadaman-kebakaran-lahan-di-sebuah-kecamatan-malinau-barat-shy.jpg)