Rabu, 8 April 2026

Berita Kaltara Terkini

BPS Rilis Hasil Sensus Pertanian 2023, Jumlah Usaha Pertanian Kaltara 61.333, Ada Tren Kenaikan

Hasil Sensus Pertanian 2023 dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltara, Senin (4/12/2023) bertempat di Tarakan Plaza Hotel Kota Tarakan.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM / ANDI PAUSIAH
Kegiatan paparan Kepala BPS Provinsi Kaltara terkait hasil Sensus Pertanian 2023 dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltara, Senin (4/12/2023) bertempat di Tarakan Plaza Hotel Kota Tarakan. 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKANHasil Sensus Pertanian 2023 dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltara, Senin (4/12/2023) bertempat di Tarakan Plaza Hotel Kota Tarakan.

Mas’ud Rifai, Kepala BPS Kaltara mengungkapkan bahwa keberhasilan sensus pertanian yang dilaksanakan di 2023 didukung partisipasi masyarakat Provinsi Kaltara sehingga petugas dapat melaksanakan pendataan dengan baik.

“Untuk hasilnya, dari tren yang kami ukur antara perkembangan tahun 2013 sampai tahun 2023 pertanian kita mengalami peningkatan jumlahnya kalau di level nasional mengalami penurunan sebesar 7 persen. Untuk Kaltara mengalami peningkatan jumlah petaninya sebesar 5 persenan menjadi 61.333 usaha pertanian,” papar Mas’ud Rifai dalam konferensi pers usai merilis hasil sensus pertanian dalam kegiatan Pembukaan Rakorda ST Tahun 2023 Tingkat Provinsi Kaltara.

Lebih jauh dipaparkan Mas’ud Rifai, untuk Kabupaten Nunukan, jumlah usaha ditemukan paling banyak dengan presentasinya di angkat 38 persenan. Di antaranya paling banyak tanaman pangan, kemudian perkebunan.

Baca juga: Penyebaran HIV/AIDS di Kaltara Menurun, Tarakan Paling Banyak Ditemukan Ada 52 Kasus

" Karena ini sifatnya sensus jadi kami data seluruhnya jadi ada sampel, cuma dari hasil kita lihat petani kita terbanyak tinggal di kabupaten," ujarnya.

Ia memaparkan bahwa salah satu goals yang ingin dilakukan adalah melakukan transformasi ekonomi ke depannya. Itu jika ingin keluar dari middle trap income. Diketahui, pemerintah pusat sendiri sudah mencanangkan melakukan transformasi ekonomi di sektor pertanian.

"Keperluannya untuk meningkatkan kesejahteraan petani sehingga kita bisa keluar dari middle trap income tadi," ujarnya.

Untuk membuat program-program peningkatan kesejahteraan petani diperlukan sekali data-data dasarnya. "Nah sensus pertanian inilah data-data dasar untuk membuat kebijakan-kebijakan tersebut," urainya.

Lebih lanjut dijelaskan Mas'ud, jumlah unit usaha pertanian didapatkan dinominsasi usaha pertanian perorangan.

Perkembangannya dari 2013-2023, total unit usaha pertanian sebanyak 58.095 dan di tahun 2023 naik 5,57 persen atau sebanyak 61.333. Selanjutnya, untuk usaha pertanian perorangan (UTP) sebanyak 61.224 unit, naik sebesar 5,44 persen dari tahun 2013 sebanyak 58.067.

Selanjutnya, jumlah perusahaan pertanian berbadan hukum (UPB) sebanyak 67 unit, naik 139,29 persen dari tahun 2013 sebanyak 28 unit. Dan jumlah usaha pertanian lainnya (UTL) tahun 2023 sebanyak 42 unit.

Kemudian masuk di jumlah usaha pertanian menurut sub sektor dijelaskan Mas’ud, UTP mendominasi usaha pertanian di semua subsector.

Dimana UTP terbanyak ada di subsector tanaman pangan yakni mencapai 22,5 56 ribu unit usaha.

“Kemudian terbanyak di subsector perkebunan, yakni mencapai 39 unit usaha. Sementara itu, UTL terbanyak terdapat di subsector hortikultura, yakni mencapai 20 unit usaha,” sebutnya.

Lebih jauh dijelaskannya terkait komoditas paling banyak diusahakan yakni ada 10 komoditas paling banyak di UTP

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved