Berita Kaltara Terkini
Long Sule, Desa di Pedalaman Kalimantan Utara yang Terisolir, tapi Kaya akan Emas
Long Sule, desa di pedalaman Kalimantan Utara yang terisolir, tapi kaya akan emas, tak ada akses jalan darat, harga BBM capai Rp 50.000 per liter.
Penulis: Edy Nugroho | Editor: Cornel Dimas Satrio
Begitu pun dengan barang lainnya. Mie instant. yang di perkotaan dijual Rp 4000 di Long Sule harganya Rp 9000 - Rp 10.000 per bungkus.
Selain lewat udara, sebenarnya masyarakat di dua desa ini, bisa berbelanja kebutuhan barang dari Wahau, Kutai Timur.
Menurut warga, ada jalan darat hingga tembus ke Wahau, setelah sebelumnya melintasi sungai dengan perahu kecil jenis ketinting selama 6 jam.
"Biasa juga orang ambil barang ke Wahau. Naik perahu dulu 6 jam, baru sampai di Kamp Metun. Di sana ada jalan ke Wahau. Kalau tidak salah itu bekas jalan perusahaan kurang lebih 180 kilo meter. Tapi juga jalannya sangat buruk. Bisa berhari-hari," ungkap Lawai, warga Desa lainnya.
Akses jalan itu lah yang menjadi harapan besar masyarakat, untuk dapat ditembuskan. Sehingga warga di dua desa ini tidak lagi terisolasi, dan harga barang pun bisa jauh lebih murah, serta mudah dijangkau masyarakat.
Untuk komunikasi, masyarakat di dua desa ini biasa menggubakan internet berbayar yang dipasang oleh beberapa warga. Dengan sistem voucer.
Juga ada layanan internet Bakti Aksi, bantuan Kementerian Kominfo. Namun hanya ada di Puskesmas.
Menurut warga, sempat ada Telkomsel masuk. Namun sejak dua tahun terakhir sudah tidak lagi. Hanya tower BTS yang ditinggal berdiri kokoh, tak berfungsi
(*)
Penulis: Edy Nugroho
Jangan Lupa Like Fanpage Facebook TribunKaltara.com
Follow Twitter Tribun Kaltara Redaksi
Follow Instagram tribun_kaltara
TikTok tribunkaltara.com
YouTube Shorts TribunKaltara.com
Subscribes YouTube Tribun Kaltara Official
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/Desa-Long-Sule-di-pedalaman-Kalimantan-Utara-181223.jpg)