Berita Bulungan Terkini

Masih DIpasok dari Luar, Produksi Ayam Potong Lokal Belum Penuhi Kebutuhan Warga Bulungan Kaltara

Minimnya produksi ayam potong lokal, disebabkan karena upaya pengembangan baru mulai digencarkan dalam dua tahun terakhir.

Penulis: Edy Nugroho | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM
PASOKAN AYAM POTONG - Pedagang ayam potong di Pasar Induk Tanjung Selor, Bulungan. Pasokan ayam di pasar, masih didominasi dari luar daerah. (tribunkaltara.com) 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Pemenuhan kebutuhan daging ayam potong di Bulungan, Kalimantan Utara ( Kaltara ), sejauh ini masih bergantung pada pasokan dari luar daerah. 

Hal ini dikarenakan, produksi ayam lokal belum mampu memenuhi stok harian di Bumi Tenguyun--sebutan Bulungan.

Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian (Dispertan) Bulungan, Martijie Johanna Loe mengatakan, produksi ayam potong lokal masih minim, yakni rata-rata 3000 ekor per hari.

Sementara kebutuhan masyarakat akan ayam potong, kurang lebih 8000 ekor per hari.

Baca juga: Pasca Lebaran Idul Fitri, Harga Ayam Potong di Tanjung Selor Stabil Rp 45 Ribu per Kg, Pembeli Sepi

Dia menyebut, minimnya produksi ayam potong lokal, disebabkan karena upaya pengembangan baru mulai digencarkan dalam dua tahun terakhir.

“Tidak bisa kita pungkiri, karena baru dua tahun terakhir ini kita mulai fokus mengembangkan ayam potong melalui kemitraan dengan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk,” kata Martijie, Selasa (3/6/2025).

Melalui kerja sama tersebut, Japfa menyediakan pakan hingga pemasaran hasil produksi peternak. Saat ini, baru empat peternak lokal yang bermitra secara aktif.

Selain ayam potong, lanjutnya, sejumlah peternak juga mulai mengembangkan ayam kampung sebagai alternatif produk unggas lokal.

"Salah satu kendala utama adalah harga pakan yang mahal, yang membuat sebagian peternak tidak mampu bertahan dan akhirnya gulung tikar," ungkapnya.

Di sisi lain, kata dia, pembangunan fasilitas peternakan juga masih menjadi beban, karena belum difasilitasi penuh oleh mitra perusahaan.

“Banyak peternak yang sebenarnya potensial, tapi akhirnya menyerah karena keterbatasan modal dan fasilitas. Japfa sendiri belum menyiapkan kandang atau infrastruktur,” ungkap dia.

Dari sisi produksi, disebutkan, populasi ayam potong di Bulungan mencapai 2.788 ton per tahun atau sekitar 240 ton per bulan atau 90.000 ekor per bulan.

Angka ini belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Bulungan yang mencapai 8.000 ekor per hari. Sehingga untuk memenuhi, sebagian besar harus didatangkan dari luar daerah. 

Disebutkan, pemasok terbesar dari Berau, Kalimantan Timur. "Ketergantungan kita terhadap suplai luar masih sangat besar. Sehingga saat ayam dari luar terkendala, dampaknya kenaikan harga," ungkapnya.

Baca juga: Bupati Ibrahim Ali Prioritaskan Peternak Ayam Potong Lokal di Tana Tidung Kaltara

Meskipun perkembangan masih bertahap, dia mengatakan, kehadiran mitra seperti Japfa diharapkan dapat mendorong peternak lokal memenuhi pasar lokal secara mandiri ke depan.

“Tujuan akhirnya adalah swasembada ayam potong. Tetapi tentu tidak bisa instan, kita butuh proses dan dukungan lintas sektor,” imbuh dia.

(*)

Penulis: Edy Nugroho 

Sumber: Tribun Kaltara
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved