Sabtu, 18 April 2026

DPRD Kaltara

Komisi IV DPRD Kaltara Tinjau Program Makan Bergizi Gratis di Tarakan, Kualitas Makanan Disorot

Komisi IV DPRD Kaltara menyoroti kualitas makanan program MBG yang dinilai tidak sesuai dengan kandungan gizi di sejumlah sekolah di Tarakan.

ISTIMEWA
TINJAU MBG - Komisi IV DPRD Kaltara saat meninjau program MBG di benerapa sekolah di Tarakan, Kalimantan Utara, beberapa waktu lalu. Soroti kualitas menu makanan siswa. 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Utara melakukan kunjungan kerja ke SMAN 1 Tarakan dan SMKN 4 Tarakan untuk meninjau langsung pelaksanaan program pendidikan serta program makan bergizi gratis (MBG), khususnya terkait kualitas makanan yang diterima siswa.

Kunjungan yang dilaksanakan beberapa waktu lalu ini buntut dari sejumlah kritik yang masuk atas pelaksanaan program MBG.

Menu MBG yang disajikan dinilai tidak sesuai dengan kandungan gizi yang seharusnya. Oleh sebab itu, diberlakukan penghentian distribusi makanan  pada beberapa penerima manfaat.

Dalam kesempatan tersebut Komisi IV DPRD Kaltara berupaya mengonfirmasi kelayakan gizi makanan, kesesuaian harga per porsi, serta alasan penghentian sementara distribusi oleh tim pengawas.

"Kami melakukan konfirmasi terkait kandungan gizi makanan serta kesesuaian harga per porsi," kata Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltara, Syamsuddin Arfah.

Dari hasil peninjauan tersebut, Komisi IV DPRD Kaltara menyatakan kekecewaannya terhadap kualitas paket makanan yang diberikan kepada siswa.

Pasalnya, ditemukan adanya ketimpangan antara nilai anggaran yang dialokasikan dengan kualitas makanan yang diterima siswa di lapangan.

05032026 Komisi IV DPRD Kaltara Tinjau MBG 01
TINJAU MBG - Komisi IV DPRD Kaltara saat meninjau program MBG di benerapa sekolah di Tarakan, Kalimantan Utara, beberapa waktu lalu. Soroti kualitas menu makanan siswa.

"Kami kecewa ternyata dari hasil inspeksi ada ketimpangan antara nilai anggaran yang dialokasikan dengan kualitas makanan yang diterima siswa di lapangan," sebutnya.

Kondisi tersebut berdampak pada terhentinya distribusi makanan, tidak hanya di SMAN 1 Tarakan, tetapi juga di SMPN 2 Tarakan, SDN 034 Tarakan, dan TK Ar Royan.

Komisi IV DPRD Kaltara berharap persoalan ini dapat segera diselesaikan melalui evaluasi menyeluruh terhadap mitra penyedia.

"ini dinilai penting agar program nasional ini tidak dimanfaatkan sebagai ajang mencari keuntungan sepihak dengan mengorbankan kualitas gizi anak-anak sekolah," ujar Syamsuddin Arfah.

(adv)

Penulis : Desi Kartika Ayu

Sumber: Tribun Kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved