Senin, 18 Mei 2026

Berita Bulungan Terkini

Bupati Bulungan Keluarkan Edaran Siaga Bencana Hidrometeorologi

Bupati Bulungan, Syarwani keluarkan Surat Edaran hadapi potensi bencana Hidrometeorologi, siaga hujan lebat akibat pengaruh bibit siklon 93W.

Tayang:
Penulis: Edy Nugroho | Editor: Cornel Dimas Satrio
ISTIMEWA
SIAGA BENCANA - Foto cuaca hujan di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Bupati Bulungan, Syarwani keluarkan Surat Edaran kesiapsiagaan hadapi potensi bencana Hidrometeorologi, perintahkan pemantauan aktif hingga peran masyarakat hadapi potensi hujan lebat akibat pengaruh bibit siklon 93W, Sabtu (6/12/2025). 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Bupati Bulungan Syarwani mengeluarkan surat edaran, tentang kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi pada akhir 2025 hingga awal 2026.

Surat Edaran Nomor : 300.2.3/593/BPBD.I yang ditandatangani Bupati pada 1 Desember 2025 itu, seperti dikatakan Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Bulungan, Rafidin, merupakan tindak lanjut atas keluarnya Surat Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 300.2.8/9333/SJ, perihal kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, pada18 November 2025.

"Edaran ini juga merujuk pada Surat Keputusan Gubernur Kalimantan Utara, Nomor 100.3.3.1/325/2025, tanggal 26 Mei 2025, tentang penetapan status Siaga Darurat bencana Hidrometeorologi dan kebakaran hutan serta lahan Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2025," ungkapnya kepada wartawan, Sabtu (06/12/2025.

Poin Penting Surat Edaran Bupati

Berikut 6 poin penting dalam Surat Edaran Bupati Bulungan:

Pertama, agar BPBD Kabupaten Bulungan melakukan pemantauan aktif secara berkala dan pelaporan, melalui Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) BPBD, serta menginventarisir sumber daya personil, peralatan dan logistik kebencanaan di Kabupaten Bulungan.

Kedua, dalam edaran bupati ini ditegaskan, apabila terjadi bencana agar segera melakukan upaya penanganan cepat, pendataan korban dan dukungan bantuan kebutuhan dasar bagi korban bencana;

"Poin ketiga, agar memperhatikan informasi cuaca dan peringatan dini cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG; kemudian keempat meningkatkan upaya komunikasi, informasi dan edukasi kebencanaan khususnya di wilayah rawan bencana," ungkap Rafidin mengutip poin pada surat edaran bupati.

Baca juga: BMKG Peringatkan Ada Bibit Siklon 93W di Laut Filipina, Kalimantan Utara Waspada Hujan Lebat

Tak hanya kepada BPBD, dalam surat edaran itu juga ditujukan kepada para Camat dan Lurah/Kepala Desa agar lebih meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi bencana di wilayahnya masing-masing dengan melibatkan peran aktif masyarakat.

"Untuk masyarakat agar segera menyampaikan laporan, apabila ada kejadian bencana kepada BPBD Kabupaten Bulungan, melalui Call center di nomor 0852-4590-9409," imbaunya.

Dalam Surat Edaran, Bupati Syarwani juga meminta agar seluruh OPD dan instansi terkait dapat berkoordinasi dan mendukung upaya kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi yang dikoordinir BPBD  Bulungan, dengan melibatkan peran aktif TNI dan Polri.

Bibit Siklon 93W

Sementara itu, dalam rilis resminya yang diterima pada Sabtu (06/12/2025), Stasiun Meteorologi Juwata (BMKG Tarakan), menyampaikan informasi kepada masyarakat Kalimantan Utara (Kaltara) terkait dampak tidak langsung dari keberadaan Bibit Siklon Tropis 93W yang terdeteksi di sekitar perairan Filipina. 

Meskipun Bibit Siklon 93W tidak berada di wilayah Indonesia, menurut BMKG, pengaruhnya terhadap pola cuaca di Kalimantan Utara perlu diwaspadai oleh seluruh pihak.

Berdasarkan data dan analisis meteorologi terkini, sebutnya, dalam periode 24 jam ke depan, yaitu mulai 6 Desember 2025 pukul 08.00 WITA hingga 7 Desember 2025 pukul 08.00 WITA, wilayah Kalimantan Utara diprakirakan akan mengalami Potensi Hujan dengan Intensitas Sedang hingga Lebat.

"Kondisi ini disebabkan oleh adanya peningkatan kelembaban udara dan pertemuan angin (konvergensi) di atmosfer yang dipicu oleh aktivitas Bibit Siklon 93W," demikian keterangan dari BMKG Tarakan. 

Curah hujan tinggi ini berpotensi memicu peningkatan debit air dan potensi terjadinya banjir atau genangan di wilayah setempat. 

Sumber: Tribun Kaltara
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved