Berita Nunukan Terkini
BPS Catat Ekonomi Nunukan Tumbuh, Ketergantungan Sektor Primer jadi PR
Badan Pusat Statistik ( BPS ) catat ekonomi Nunukan alami pertumbuhan, namun ketergantungan pada sektor primer masih jadi pekerjaan rumah.
Penulis: Febrianus Felis | Editor: Amiruddin
Ringkasan Berita:
- PDRB Nunukan tumbuh 3,55 persen y-on-y dengan nilai Rp10,34 triliun, berkontribusi 27,07 % terhadap ekonomi Kaltara, meski secara triwulanan kontraksi 3,27 % dibanding Triwulan IV 2024.
- Ekonomi masih didominasi sektor primer (71 % PDRB, tumbuh 1,23 % ), sementara sektor tersier tumbuh 9,01?n sekunder 7,47 % , menandakan pergeseran ke jasa dan industri pengolahan.
- Pertumbuhan ditopang konsumsi pemerintah (15,04 % ) dan rumah tangga (4,82 % ).
TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Perekonomian Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara ( Kaltara ), masih mencatatkan pertumbuhan positif pada Triwulan I 2025.
Namun di balik angka pertumbuhan tersebut, ketergantungan tinggi terhadap sektor primer dan melemahnya investasi, menjadi catatan penting yang perlu mendapat perhatian serius.
Badan Pusat Statistik ( BPS ) Kabupaten Nunukan mencatat, ekonomi daerah tumbuh 3,55 persen secara tahunan (year on year/y-on-y) berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan.
Pertumbuhan ini, dinilai menunjukkan ketahanan ekonomi masyarakat, meski dihadapkan pada dinamika belanja pemerintah dan investasi.
Kepala BPS Kabupaten Nunukan, Iskandar Ahmaddien, mengungkapkan bahwa seluruh lapangan usaha masih mencatatkan pertumbuhan.
Namun, laju pertumbuhan antar sektor menunjukkan ketimpangan yang cukup nyata.
“Sektor tersier dan sekunder tumbuh relatif tinggi, tetapi struktur ekonomi Nunukan masih sangat bergantung pada sektor primer,” ujar Iskandar, kepada TribunKaltara.com, Sabtu (27/12/2025).
Baca juga: Penulis Hingga Organisatoris, Berikut Profil Iskandar, Kepala BPS Nunukan Kaltara dan Prestasinya
Ia mengungkapkan, bahwa data BPS menunjukkan sektor primer masih menyumbang sekitar 71 persen terhadap total PDRB Nunukan, meskipun pertumbuhannya hanya sebesar 1,23 persen.
Sebaliknya, sektor tersier tumbuh paling tinggi hingga 9,01 persen, diikuti sektor sekunder sebesar 7,47 persen.
Kondisi tersebut menandakan adanya pergeseran aktivitas ekonomi ke arah jasa dan industri pengolahan.
Namun belum cukup kuat untuk mengurangi dominasi sektor berbasis sumber daya alam.
“Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi lebih banyak ditopang oleh konsumsi pemerintah yang melonjak hingga 15,04 persen,” ucapnya.
| Warga Polewali Mandar Terlantar di Nunukan Akhirnya Dipulangkan, Sempat Terkendala Pendamping |
|
|---|
| KPK Awasi Layanan Publik, RSUD Nunukan Klaim Lebih Transparan dan Akuntabel |
|
|---|
| Kepala BP3MI Kaltara Sorot Lonjakan Re-Entry PMI, Diduga Lewat Jalur Ilegal |
|
|---|
| Eks PMI Terlantar hingga Terkendala Ijazah, Bongkar Kompleksnya Masalah Pekerja Migran di Perbatasan |
|
|---|
| Daftar Calon Dewan Pengawas Perumda Tirta Taka Nunukan: Ada Pj Sekda hingga Asisten |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/Kepala-BPS-Kabupaten-Nunukan-Iskandar-Ahmaddien-saat-ditemui-TribunKaltaracom.jpg)