Berita Malinau Terkini
Kabupaten Malinau Punya 154 Objek Wisata, Dampak Ekonomi Belum Merata
Meski memiliki 154 objek wisata, pergerakan wisatawan di Kabupaten Malinau belum merata, 332 ribu kunjungan hanya terserap di Malinau Kota.
Penulis: Mohamad Supri | Editor: Cornel Dimas Satrio
Ringkasan Berita:
- Meski memiliki 154 objek wisata, pergerakan wisatawan di Kabupaten Malinau beum merata, data 2025 mencatat 332 ribu kunjungan hanya terserap di Malinau Kota.
- Tingkat kunjungan tinggi belum berbanding lurus dengan okupansi hotel, mayoritas wisatawan hanya berkunjung harian (tidak menginap).
- Ketua DPRD Ping Ding menekankan pentingnya dukungan infrastruktur, kesiapan masyarakat, serta penguatan UMKM agar pariwisata bisa menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru.
TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Sebaran 154 objek wisata di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara hingga tahun 2025 belum sepenuhnya memberikan dampak ekonomi yang merata akibat konsentrasi kunjungan yang masih menumpuk di pusat perkotaan.
Data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata merinci total destinasi tersebut terdiri atas 114 wisata alam, 14 wisata buatan, dan 26 wisata minat khusus.
Wisata alam menjadi potensi terbesar dengan proporsi mencapai 70 persen, mencakup air terjun hingga bentang alam yang tersebar di wilayah perbatasan.
Baca juga: Lokal Dongkrak 90 Persen Kunjungan Malinau, Januari-Juli Musim Wisata Terpopuler
Kecamatan Kayan Selatan tercatat sebagai wilayah dengan koleksi objek wisata terbanyak yakni 23 lokasi, namun jumlah kunjungan ke wilayah ini belum sebanding dengan potensinya.
Terkait hal itu, Ketua DPRD Malinau, Ping Ding menilai optimalisasi potensi pariwisata sangat krusial agar daerah memiliki sumber pertumbuhan ekonomi baru selain dana transfer dari pemerintah pusat.
"Kita punya banyak destinasi, tapi seberapa besar dampaknya untuk ekonomi daerah? Bagi kami ini Pentingnya mendorong sektor pariwisata sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi daerah," ujar Ping Ding, Minggu (1/3/2026).
Berdasarkan data, terdapat ketimpangan tajam antara jumlah objek wisata dan realisasi kunjungan yang lebih banyak terpusat di satu titik.
Kecamatan Malinau Kota menyerap hingga 85 persen dari total pergerakan wisatawan atau setara 332 ribu kunjungan dari total 383.794 orang sepanjang 2025 ditunjang kegiatan Irau.
Kondisi ini berimbas pada sektor akomodasi yang hanya mencatat 28.183 tamu hotel, menunjukkan mayoritas wisatawan hanya melakukan kunjungan harian tanpa menginap.
Pemkab Malinau diminta untuk segera membenahi infrastruktur penunjang dan kesiapan masyarakat di desa-desa yang memiliki potensi objek wisata unggulan.
"Perlunya dukungan infrastruktur, kesiapan masyarakat, serta penguatan UMKM agar destinasi yang telah ada dapat berkembang secara berkelanjutan," kata Ketua DPRD Malinau.
Konversi kunjungan wisatawan menjadi pendapatan daerah adalah tantangan utama, mengingat pola pergerakan wisata saat ini masih bersifat musiman.
Diantara saran konkret dari Dewan melalui RKPD 2027 adalah pembinaan pelayanan, ketercukupan penginapan hingga pola promosi dan edukasi terarah dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Malinau.
(*)
Penulis : Mohammad Supri
objek wisata
ekonomi
Ketua DPRD Malinau
Ping Ding
pariwisata
Malinau
Kalimantan Utara
wisata alam
wisata
Meaningful
| Disdukcapil Malinau Sebut 931 warga di 15 Kecamatan Belum Rekam KTP, Didominasi Wilayah Perkotaan |
|
|---|
| Disdik Evaluasi Program Wajib Belajar Malinau Maju, Target Pendidikan Nonformal dan Kesetaraan |
|
|---|
| Turunkan Angka Stunting, di Malinau, Pemkab Fokus pada Akses Air Minum dan Perbaikan Sanitasi |
|
|---|
| Gairah Investasi di Kabuparen Malinau Meningkat, Komponen PMTB Tumbuh Positif Capai 4,84 Persen |
|
|---|
| Harga Ikan Kembung Naik Rp 45 Ribu Per Kg di Malinau, Cabai Rawit Merah Turun Rp 100 Ribu Per Kg |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/Aktivitas-pengunjung-di-Destinasi-Wisata-Air-Desa-Belayan-dthftn.jpg)