Berita Tarakan Terkini
Sebulan Terakhir Ada 12 Titik Karhutla di Tarakan, Cuaca Kering dan Angin Kencang Picu Api Meluas
BPBD Tarakan mencatat ada 12 titik karhutla di Tarakan Kalimantan Utara dalam sebulan terakhir ini. Lokasi Tarakan Timur dan Tarakan Utara.
Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
Ringkasan Berita:
- Tercatat 12 titik kebakaran hingga 25 Maret 2026, dengan dampak terparah mencapai 8,9 hektare di Tarakan Timur.
- Api merusak lahan, jaringan PLN, dan fasilitas warga, serta menyebabkan satu petugas terluka serius saat pemadaman.
- Warga diimbau waspada hingga 28 Maret dan dilarang meninggalkan pembakaran lahan tanpa pengawasan di tengah cuaca kering.
TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN- Sebulan terakhir ini terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Tarakan, Kalimantan Utara. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan mencatat sedikitnya 12 titik karhutla hingga 25 Maret 2026, tersebar di sejumlah wilayah rawan.
Kepala BPBD Tarakan, Yonsep, mengungkapkan titik karhutla terbaru pada 25 Maret 2026, dengan lokasi di wilayah Tarakan Timur dan Tarakan Utara.
“Kalau sampai 25 Maret 2026 kemarin, total ada 12 titik. Terakhir itu di Tarakan Timur dan Tarakan Utara,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).
Menurut Yonsep, kedua wilayah tersebut masuk kategori rawan karhutla, terutama saat kondisi cuaca kering seperti sekarang.
Baca juga: Percepat Penanganan Karhutla di Tarakan, BPBD Minta Dukungan Pasokan Air dan Pipa ke PDAM
Salah satu kejadian karhutla terbesar terjadi pada 24 Maret di kawasan Sungai Kuli, RT 8, Kelurahan Pantai Amal, Tarakan Timur. Dalam peristiwa itu, luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 8,9 hektare hanya dalam satu titik.
“Yang terbesar itu 24 Maret 2026, di Sungai Kuli. Dampaknya sekitar 8,9 hektare, satu titik saja,” jelas Yonsep.
Adanya kebakaran tersebut berdampak pada fasilitas milik warga. Tercatat satu pondok mengalami kerusakan berat, bahkan jaringan kabel listrik milik PLN sepanjang sekitar satu hingga dua kilometer turut terdampak.
Yonsep menduga kebakaran tidak sepenuhnya disebabkan faktor alam, meski hingga kini belum ditemukan bukti pasti adanya unsur kesengajaan.
“Kalau kita lihat, ada indikasi unsur sengaja, tapi belum bisa dipastikan. Dari pihak kepolisian juga sudah turun melakukan penyelidikan,” katanya.
Baca juga: Masuk Musim Kering, Dua Karhutla Terjadi di Tarakan, BPBD Bersama Petugas Gabungan Padamkan Api
Ia menambahkan, sebagian besar lokasi kebakaran merupakan lahan milik masyarakat yang digunakan untuk perkebunan, dan berada tidak jauh dari area permukiman.
Kondisi cuaca kering disertai angin kencang menjadi faktor utama cepat meluasnya api. Dalam kejadian di Tarakan Timur, proses pemadaman membutuhkan waktu cukup lama.
“Waktu itu mulai sekitar jam 11 siang sampai jam 3 sore. Jadi sekitar tiga sampai empat jam baru bisa dikendalikan, karena angin cukup kencang,” ungkapnya.
Selain itu, BPBD Tarakan menghadapi kendala saat terjadi kebakaran di beberapa titik dalam waktu bersamaan. Hal ini membuat personel harus terbagi dalam penanganan di lokasi berbeda.
“Waktu itu bersamaan juga terjadi di Perumahan, jadi tim terbagi. Ini yang membuat penanganan agak terkendala,” tambahnya.
Dalam proses pemadaman, risiko bagi petugas juga cukup tinggi. Yonsep mengungkapkan, satu personel tim gabungan sempat mengalami luka serius saat bertugas di lokasi kebakaran Sungai Kuli.
karhutla
Tarakan
Kalimantan Utara
BPBD Tarakan
Yonsep
Tarakan Timur
Tarakan Utara
cuaca kering
kebakaran
penyelidikan
TribunKaltara.com
| Enam Pejabat Eselon II di Pemkot Tarakan Masuk Masa Pensiun Tahun Ini, Termasuk Sekda Jamaluddin |
|
|---|
| Saat Lebaran Idul Fitri, Volume Sampah di Tarakan Naik 25 Persen, Hari Pertama Tembus 130 Ton |
|
|---|
| Hari Pertama Masuk Kerja, Petugas DLH Tarakan Langsung Bersihkan Sampah di TPS Liar Gunung Selatan |
|
|---|
| Hari Pertama Masuk Kerja Usai Lebaran, Sekda Tarakan Pastikan ASN Hadir, Absensi Digital Jadi Acuan |
|
|---|
| Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah, Ribuan Keluarga Napi Kunjungi Lapas Tarakan, Petugas Tetap Siaga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/Kebakaran-lahan-di-Tarakan-26032026jpg.jpg)