Berita Tarakan Terkini
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Sebut Tarakan Zero Kasus Penyakit Mulut dan Kuku
Di Tarakan belum ditemukan kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada sapi. Rencanannya Dinas Pertanian Tarakan akan beri vaksin pada sapi.
Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
Ringkasan Berita:
- Tarakan masih zero kasus PMK dan Antraks berkat pengawasan ketat di pintu masuk karantina.
- Hewan harus berusia minimal 2 tahun (cek gigi tetap) dan tidak menunjukkan gejala fisik sakit seperti pincang atau berliur.
- Pemerintah menyediakan vaksin dan obat cacing gratis serta menghimbau pelaporan cepat ke Puskeswan jika ada ternak sakit.
TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Tarakan membeberkan kondisi sapi yang siap dan layak kurban. Selama ini temuan kasus Penyakit Mulut dan Kuku) (PMK) masih zero kasus ditemukan di Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara).
Dikatakan dr Richard, Medik Veteriner Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Tarakan, yang perlu diwaspadai penyakit sapi adalah penyebaran penyakit pada hewan ternak. Khususnya yang sedang ramai dibahas yakni PMK.
PMK ini lanjutnya sudah diantisipasi melalui filter di Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Kaltara. Kemudian dilakukan surveilans atau pemantauan.
"Nanti akan dilakukan monitoring apakah sapi tersehut sudah vaksin. " Kalau belum kita lakukan penawaran vaksinasi dan vaksin," ujarnya.
Baca juga: Vaksin Penyakit Mulut dan Kuku Hewan Ternak di Tana Tidung Ditarget 250 Dosis, Sapi Jadi Prioritas
Ia mengatakan, penyakit yang perlu kita khawatirkan adalah penyakit yang menular ke manusia. Misalnya penyakit antraks.
"Tapi antraks di Kalimantan, di Tarakan masih bebas. Tidak ada kasus. Tapi kewaspadaan ini muncul karena banyak sapi yang masuk dari luar Tarakan. Tapi ini sudah di-filter lagi dari karantina dengan pemeriksaan laboratorium," ujarnya.
Menurut dr Richard, yang paling utama juga harus diperhatikan adalah umur sapi. "Biasanya Umur yang sering kita temukan itu belum cukup dua tahun. Dilihat dari giginya sudah full. "Giginya sudah besar-besar. Jadi gigi sapi yang kecil itu yang masih muda itu kecil," ungkapnya.
Ditandai terdapat gigi susu dan sepasang. Artinya jika lengkap mala layak kurban karena dianggap sudah mencapai usia 2 tahun.
"Nah, edukasi ini yang masih kita terus bencar sampaikan ke masyarakat. Kenapa harus 2 tahun ke atas," bebernya.
Baca juga: Antisipasi Penyakit Mulut dan Kuku Masuk Malinau Kaltara, Sampel Ternak Diperiksa Jelang Puasa
Untuk sapi yang terjangkit PMK juga bisa dilihat tandanya biasanya terlihat berliur.
"Jadi kelihatan itu. Kalau misalnya sapi berjalan , dia pasti pincang dan berliur. Ya, itu berdasarkan penyebarannya ke ternak lain. Kalau untuk manusia, dia tidak bisa," bebernya.
Bagi masyarakat diharapkan bisa melaporkan lebih cepat jika ada sapi yang ditemukan sakit.
"Sebenarnya perlaporan itu kita sudah sampaikan. Misalnya di Pasir Putih sudah disampaikan. Bahwa kalau hewan sakit lapor ke dinas kita atau ke puskeswana nanti akan kita tindak lanjut," ujarnya.
Kebanyakan laporannya terlambat disampaikan dan tidak sampai di dinas.
"Sehingga kita tidak datangi. Kadang-kadang kita datangi, sudah sembuh. Jadi memang perlaporan itu pasti akan kita respons kalau laporannya masuk," ujarnya.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Tarakan
sapi
Penyakit Mulut dan Kuku
PMK
Tarakan
Kalimantan Utara
dr Richard
vaksinasi
TribunKaltara.com
| Tabligh Akbar Kashafa di Tarakan, Ustaz Das'ad Latif Tekankan Pentingnya Sedekah dan Zakat |
|
|---|
| Di Tarakan, Kepala OJK Kaltim-Kaltara Bongkar Tantangan Literasi Keuangan |
|
|---|
| Perjuangan UMKM Tarakan Urus Sertifikasi Halal, Nining Sundawati Kini Kantongi 10 Produk Sekaligus |
|
|---|
| Kuartal 1 Tahun 2026, Bea Cukai Tarakan Dikejar Target Rp 679 Miliar, Batu Bara Potensi Besar |
|
|---|
| Kopi Antum Racikan Nasrullah Ramaikan Puncak Kashafa 2026 di Tarakan, Modal Awal Rp 8 Juta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/Sapi-sehat-di-Tarakan-27042026.jpg)