Sidak Hewan Kurban
Jelang Idul Adha, Stok Sapi di Tarakan 1.400 Ekor dan Kambing 440 Ekor, Dipastikan Kondisi Sehat
Tahun ini stok sapi di Tarakan mencapai 1.400 ekor sedangkan stok kambing ada 440 ekor untuk persefiaan perayaan Hari Raya Idul Adha.
Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
Ringkasan Berita:
- Sidak di Pasir Putih Tarakan memastikan tidak ada sapi ilegal; semua pasokan wajib lolos pemeriksaan karantina (BKHIT) dan sudah divaksinasi.
- Pemkot memperketat pengawasan jalur pengiriman dari Gorontalo untuk mencegah peternak memasukkan hewan kurban tanpa prosedur resmi.
- Total kesiapan hewan kurban tahun ini mencapai 1.400 ekor sapi dan 440 ekor kambing, dengan tren minat kurban yang lebih mendominasi ke sapi.
TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Hasil sidak pemantauan dan pemeriksaan sapi di wilayah Pasir Putih Tarakan, Kalimantan Utara tidak ditemukan sapi ilegal.
Plh Sekda Tarakan, Elang Buana mengatakan, pemeriksaan sapi harus dilakukan untuk memastikan, sapi yang masuk di Tarakan sapi kondisi sehat yang sudah divaksin. Jika sapi sampai masuk ke Tarakan secara ilegal, dikhawatirkan tidak divaksin.
"Kemudian tidak lolos dari karantina ya, karena harganya lebih murah mungkin ya kan. Tapi bukan berarti sapi yang murah itu ilegal juga. Makanya kami mau pastikan," ucap Elang Buana usai melakukan sidak, Jumat (22/5/2026).
Elang Buana mengungkapkan, selama ini Tarakan bekerja sama dengan Gorontalo untuk mendatangkan stok sapi. Oleh karena itu Pemkot Trarakan bersama tim tetap melakukan pengawasan. Pasalnya yang dikhawatirkan adalah penjual memesan sapi di Gorontalo dan tidak melalui pemeriksaan karantina.
Baca juga: Breaking News Pemkot Tarakan Sidak Pedagang Hewan Kurban, Antisipasi Sapi Ilegal
"Ada beberapa yang mungkin mendatangkan, memang peternak di sana menjual langsung ke sini itu yang kadang-kadang kita perlu pengawasan," kata Elang Buana.
Sejauh ini Elang Buana menilai keberadaan sapi di Tarakan masih aman dikarenakan dari Gorontalo sudah melalui pemeriksaan BKHIT (Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan).
Plh Sekda Tarakan mengatakan, sapi yang tiba di Tarakan ada 820 ekor. Sebelumnya sudah ada sekitar 680 ekor tersedia, jadi total stok hewan kurban sapi di Tarakan tahun ini mencapai 1.400 ekor untuk Hari Raya Idul Adha,
Selain sapi, stok hewan kurban kambing tahun ini capai 440 ekor di Tarakan.
"Jadi dulu Kita ada peningkatan kualitas dari pemotongan dulu kambing yang dipotong lebih banyak, tapi sekarang menurun. Dulu sekitar 600-an ekor sekarang menurun dan lebih banyak sapi," ujarnya.
Baca juga: Harga Sapi Kurban di Malinau Naik 15 Persen, Peternak Sebut Disesuaikan dengan Biaya Perawatan
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Tarakan akan melakukan identifikasi
termasuk stok per harinya yang tiba di Tarakan atau yang akan tiba dua hari kemudian.
"Kita tahu besoknya atau beberapa hari kemudian, dua hari kemudian tercatat, by name, by address. Sapinya berapa di masjid ini jumlahnya berapa, dipotongi berapa, asalnya dari mana dan ketahuan jumlahnya," ujarnya, usai sidak di lokasi penjualan sapi
Ia menambahkan, Pemkot Tarakan juga melakukan peneguran terhadap penjual sapi yang melakukan pembiaran terhadap sapi yang berkeliaran tanpa penjagaan sehingga bisa mengganggu pengendara.
Saat ini sudah tidak ada lagi terlihat sapi yang dibiarkan di pinggir jalan utama seperti di Jalan Mulawarman, Yos Sudarso. Jika ada lagi ditemukan, maka Satpol PP Tarakan akan bergerak untuk menertibkan.
"Karena sebetulnya ini kan ada kandangnya. Mestinya masuk. Ini kita lihat di jalan tidak ada lagi," pungkasnya.
(*)
Penulis: Andi Pausiah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/Stok-sapi-kurban-di-Tarakan-22052026.jpg)