Sabtu, 23 Mei 2026

Sidak Hewan Kurban

Jelang Idul Adha, Stok Sapi di Tarakan 1.400 Ekor dan Kambing 440 Ekor, Dipastikan Kondisi Sehat 

Tahun ini stok sapi di Tarakan mencapai 1.400 ekor sedangkan stok kambing ada 440 ekor untuk persefiaan perayaan Hari Raya Idul Adha.

Tayang:
Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TribunKaltara.com/Andi Pausiah
PEMERIKSAAN SAPI - Tampak sapi di wilayah Pasir Putih Kota Tarakan didatangi untuk diperiksa dan hasilnya semua memiliki kelengkapan dokumen. 

Ringkasan Berita:
  • Sidak di Pasir Putih Tarakan memastikan tidak ada sapi ilegal; semua pasokan wajib lolos pemeriksaan karantina (BKHIT) dan sudah divaksinasi.
  • Pemkot memperketat pengawasan jalur pengiriman dari Gorontalo untuk mencegah peternak memasukkan hewan kurban tanpa prosedur resmi.
  • Total kesiapan hewan kurban tahun ini mencapai 1.400 ekor sapi dan 440 ekor kambing, dengan tren minat kurban yang lebih mendominasi ke sapi.

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Hasil sidak pemantauan dan pemeriksaan sapi di wilayah Pasir Putih Tarakan, Kalimantan Utara tidak ditemukan sapi ilegal

Plh Sekda Tarakan, Elang Buana mengatakan, pemeriksaan sapi harus dilakukan untuk memastikan, sapi yang masuk di Tarakan sapi kondisi sehat yang sudah divaksin. Jika sapi sampai masuk  ke Tarakan secara ilegal, dikhawatirkan tidak divaksin.

"Kemudian tidak lolos dari karantina ya, karena harganya lebih murah mungkin ya kan. Tapi  bukan berarti sapi yang murah itu ilegal juga. Makanya kami mau pastikan," ucap Elang Buana usai melakukan sidak, Jumat (22/5/2026).

Elang Buana mengungkapkan, selama ini Tarakan bekerja sama dengan Gorontalo untuk mendatangkan stok sapi. Oleh karena itu Pemkot Trarakan bersama tim tetap melakukan pengawasan. Pasalnya yang dikhawatirkan adalah penjual memesan sapi di Gorontalo dan tidak melalui pemeriksaan karantina.

Baca juga: Breaking News Pemkot Tarakan Sidak Pedagang Hewan Kurban, Antisipasi Sapi Ilegal

"Ada beberapa yang mungkin mendatangkan, memang peternak di sana menjual langsung ke sini itu yang kadang-kadang kita perlu pengawasan," kata Elang Buana.

Sejauh ini Elang Buana menilai keberadaan sapi di Tarakan masih aman dikarenakan dari Gorontalo sudah melalui pemeriksaan BKHIT (Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan).

Plh Sekda Tarakan mengatakan, sapi  yang tiba di Tarakan ada 820 ekor. Sebelumnya sudah ada sekitar 680 ekor tersedia, jadi total stok hewan kurban sapi  di Tarakan tahun ini mencapai 1.400 ekor untuk Hari Raya Idul Adha,

 Selain sapi,  stok hewan kurban kambing tahun ini capai 440 ekor  di Tarakan.

"Jadi dulu Kita ada peningkatan kualitas dari pemotongan dulu kambing yang dipotong lebih banyak, tapi sekarang menurun. Dulu sekitar 600-an ekor sekarang menurun dan lebih banyak sapi," ujarnya.

Baca juga: Harga Sapi Kurban di Malinau Naik 15 Persen, Peternak Sebut Disesuaikan dengan Biaya Perawatan 

Dinas Ketahanan Pangan  dan Pertanian Tarakan akan melakukan identifikasi 
termasuk stok per harinya yang tiba di Tarakan atau yang akan tiba dua hari kemudian.

"Kita tahu besoknya atau beberapa hari kemudian, dua hari kemudian tercatat, by name, by address. Sapinya berapa di masjid ini  jumlahnya berapa, dipotongi berapa, asalnya dari mana dan  ketahuan jumlahnya," ujarnya,  usai sidak di lokasi penjualan sapi 

Ia menambahkan, Pemkot Tarakan juga melakukan peneguran terhadap penjual sapi yang melakukan pembiaran terhadap sapi yang berkeliaran tanpa penjagaan sehingga bisa mengganggu pengendara.

Saat ini sudah tidak ada lagi terlihat sapi yang dibiarkan di pinggir jalan utama seperti di Jalan Mulawarman, Yos Sudarso. Jika ada lagi ditemukan, maka Satpol PP Tarakan akan bergerak untuk menertibkan.

"Karena sebetulnya ini kan ada kandangnya. Mestinya masuk. Ini kita lihat di jalan tidak ada lagi," pungkasnya.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

 

Sumber: Tribun Kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved