Sidak Hewan Kurban
Penjualan Sapi di Tarakan Tahun Ini Ramai, Zainuddin Datangkan 600 Ekor dari Gorontalo
Tahun 2026, distributor sapi bernama Zainuddin mengatakan, penjualan sapi sebagai hewan kurban di Tarakan lebih banyak ketimbang tahun 2025.
Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
Ringkasan Berita:
- Penjualan sapi kurban asal Gorontalo di Tarakan meningkat hingga lebih dari 600 ekor pasca-wabah PMK, dan saat ini mayoritas sudah laku terjual.
- Sapi yang ditawarkan bervariasi (Bali, Simental, Limousin) dengan rentang harga Rp25 juta hingga Rp120 juta; segmen Rp25–30 juta menjadi yang paling laris.
- Seluruh hewan dijamin rutin lolos uji klinis/darah, dengan jangkauan distribusi mencakup wilayah Tarakan hingga dikirim ke Tanjung Selor.
TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN- Penjualan hewan kurban di Tarakan Kalimantan Utara tahun ini diklaim lebih ramai dibanding tahun sebelumnya.
Salah satu distributor sapi asal Gorontalo, Zainuddin, mengaku pasokan sapi yang didatangkan ke Tarakan tahun ini meningkat hingga lebih dari 600 ekor untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Idul Adha 2026.
Zainuddin mengatakan seluruh sapi yang dijualnya didatangkan langsung dari Gorontalo. Ia menyebut dirinya bertindak sebagai distributor yang memasok sapi ke sejumlah titik penjualan dan peternak di Tarakan.
“Sapi-sapi di sini dari Gorontalo dan saya di sini sebagai distributor,” ujar Zainuddin saat ditemui di lokasi penjualan sapi kurban di Tarakan.
Baca juga: Jelang Idul Adha, Stok Sapi di Tarakan 1.400 Ekor dan Kambing 440 Ekor, Dipastikan Kondisi Sehat
Menurutnya, hingga saat ini total sapi yang sudah didatangkan mencapai lebih dari 600 ekor dan seluruhnya sudah tiba di Tarakan.
Dari total tersebut, sebagian besar sapi sudah terjual. Ia mengaku stok tersisa di lokasi penjualannya kini tinggal puluhan ekor saja.
“Alhamdulillah sudah ada baru yang laku. Sudah, tinggal berapa saja yang mungkin sisa 50-an ekor dari dua tempat,” ucapnya.
Ia menambahkan, khusus di titik penjualan tempatnya ditemui di Pasir Putih, stok yang tersedia tinggal sekitar 30 ekor.“Yang disini 30 ekor,” katanya.
Meski begitu, Zainuddin memastikan penjualan masih terus berlangsung hingga mendekati Idul Adha 2026. Bahkan, apabila kebutuhan masyarakat meningkat, ia berencana menambah pasokan sapi lagi.
“Sampai hari H, masih kita menjual. Karena masih ada rencana kami tambahkan saja,” jelasnya.
Untuk harga, Zainuddin mengatakan sapi yang dijual bervariasi tergantung ukuran dan jenisnya. Harga termurah berada di kisaran Rp25 juta, sedangkan harga tertinggi mencapai Rp120 juta untuk sapi jenis limousin berbobot lebih dari satu ton 15 kg.
Baca juga: BKHIT Kaltara Ikut Sidak Pemeriksaan Sapi, Hewan yang Sudah Diperiksa Ditandai Anting di Telinga
Zainuddin menjelaskan jenis sapi yang dijualnya cukup beragam, mulai dari sapi bali, sapi simental, sapi limousin hingga sapi brangus.
Ia mengungkapkan sapi dengan harga Rp25 juta hingga Rp30 juta menjadi yang paling diminati masyarakat tahun ini. Untuk sapi di harga Rp25 juta, bobotnya rata-rata sekitar 70 hingga 80 kilogram hidup.
Zainuddin menuturkan, distribusi sapi tidak hanya dijual di satu lokasi, namun juga dibagi ke beberapa peternak yang sebelumnya telah memesan.
“Tahun ini sekitar 600 lebih. Dibagi-dibagi. ke peternK. Karena mereka itu sebelum datang sudah pesan saya sekian ekor,” jelasnya.
Ia menerangkan, proses pengiriman sapi dari Gorontalo turut dibantu keluarganya yang berada di daerah asal.
Terkait penjualan tahun ini, Zainuddin mengaku jumlah pembelian cenderung lebih ramai dibanding tahun lalu. Ia menyebut kondisi tersebut dipengaruhi mulai lancarnya kembali distribusi sapi antardaerah setelah sebelumnya terkendala wabah PMK.
Ia menegaskan jumlah pasokan tahun ini memang jauh lebih banyak dibanding sebelumnya. Pada tahun-tahun sebelumnya distribusi sapi dari sejumlah daerah sempat terbatas.
“Dulu kan tidak ada masuk dari Pare-Pare, dari Gorontalo, dari Toli-Toli. Tidak ada masuk. PMK kan dulu jadi susah masuk,” katanya.
Selain masyarakat umum, pembeli sapi di tempatnya juga berasal dari sejumlah instansi maupun kelompok tertentu.
“Ada dari masyarakat umum. Masyarakat umum juga banyak,” katanya.
Zainuddin memastikan seluruh sapi yang dijual telah melalui pemeriksaan kesehatan sebelum dipasarkan kepada masyarakat.
“Alhamdulillah ini masih ada pemeriksaan lagi terus. Diperiksa terus. Pemeriksaan darah juga,” katanya.
Ia mengatakan pemeriksaan dilakukan setiap kali sapi tiba di Tarakan. Untuk pakan, ia mengaku menggunakan rumput, batang jagung dan dedak tanpa campuran ampas tahu.
Selain berjualan sapi kurban, Zainuddin mengaku berprofesi sebagai pemotong sapi yang melakukan pemotongan resmi di Rumah Potong Hewan (RPH).
Sedangkan harga daging sapi di pasaran, ia menyebut masih relatif stabil di kisaran Rp155 ribu hingga Rp165 ribu per kilogram. “Harga dagingnya masih stabil,” katanya.
Tak hanya melayani pembeli dari Tarakan, sapi miliknya juga dikirim ke wilayah Tanjung Selor.
“ Dari Tanjung Selor sering ambil,” pungkasnya.
(*)
Penulis: Andi Pausiah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/Zainuddin-distribor-sapi-di-Tarakan-01-22052026.jpg)