Senin, 1 Juni 2026

Berita Tarakan Terkini

Awasi Pemotongan Hewan Kurban, DKPP Tarakan Turunkan 33 Petugas dan Libatkan Polisi

Sebanyak 33 petugas dari DKPP Tarakan melakukan pengawasan terhadap pemotongan hewan kurban yang dilakukan di seluruh Masjid di Tarakan.

Tayang:
Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TribunKaltara.com/Andi Pausiah
PENGAWASAN HRWAN KURBAN - Pihak DKPP Tarakan saat bertugas di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Jalan Hake Babu Kota Tarakan di hari pertama Idul Adha, Rabu (27/5/2026). 

Untuk fasilitas di RPH Tarakan, Paulus memastikan seluruh sarana dalam kondisi siap digunakan. “Kalau di RPH ya fasilitasnya sudah cukup,” katanya.

Sampai saat ini, DKPP Tarakan juga belum menemukan adanya kasus penyakit serius pada hewan kurban yang diperiksa.

“Belum ada sih, untuk saat ini belum ada,” ujarnya.

Namun demikian, petugas tetap mewaspadai sejumlah temuan yang kerap muncul saat pemeriksaan hewan kurban.

“Biasanya kan yang cacing hati, terus kecacatan ternak misalnya kakinya jatuh. Itu kan nggak boleh cacat toh,” jelas Paulus.

Pengawasan hewan kurban di Tarakan 02 27052026
PENGAWASAN HEWAN KURBAN - Pihak DKPP Tarakan saat bertugas di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Jalan Hake Babu Kota Tarakan di hari pertama Idul Adha, Rabu (27/5/2026).

Ia menambahkan, jika ditemukan bagian tubuh tertentu yang tidak layak konsumsi saat pemeriksaan postmortem, maka bagian tersebut langsung dipisahkan.

“Kalau itu ya nggak bisa dikonsumsi. Semua atau hanya bagian? Hanya bagian-bagian yang itu saja,” katanya.

Tetapi apabila kondisi hewan dinilai dapat memengaruhi keseluruhan daging, maka petugas akan menyarankan agar tidak dikonsumsi.

“Tetapi kita melihat juga kondisinya. Kalau misalnya semuanya bermasalah, ada berpengaruh ke yang lain, ya kita sarankan untuk tidak dikonsumsi,” tegasnya.

Khusus di RPH Tarakan, pengawasan dilakukan lebih ketat karena jumlah hewan yang dipotong cukup banyak.

“Makanya itu yang kita jaga, khususnya di RPH ini ya. Kita kalau di RPH ini ada 11 orang dari dinas. Memang banyak petugas pengawasan. Karena kan banyak sapinya,” ujarnya.

Paulus menyebut, hingga saat ini sudah terdapat puluhan sapi yang berada di dalam area gantung RPH.

“Ini kan sudah di dalam, digantungkan 46. Kalau terlewat kan ini,” katanya.

Sementara itu, berdasarkan data sementara DKPP Tarakan, jumlah stok sapi yang masuk tahun ini mencapai 1.494 ekor.

“Kalau di data kita yang masuk itu semua dengan stok yang sudah ada itu 1.494. Kalau yang sesuai dengan sistem yang masuk ya,” ujarnya.

Meski demikian, pihaknya belum dapat memastikan seluruh sapi tersebut akan dipotong pada Iduladha tahun ini.

“Nah itu belum tahu di lapangannya seperti apa. Makanya kita akan lihat di lapangan setelah mungkin Jumat rampung data-datanya. Atau Sabtu kita lihat berapa persen yang terpotong, yang tersisa atau malah pas-pasan atau seperti apa,” tutup Paulus.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

 

Sumber: Tribun Kaltara
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved