Berita Tarakan Terkini
Awasi Pemotongan Hewan Kurban, DKPP Tarakan Turunkan 33 Petugas dan Libatkan Polisi
Sebanyak 33 petugas dari DKPP Tarakan melakukan pengawasan terhadap pemotongan hewan kurban yang dilakukan di seluruh Masjid di Tarakan.
Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
Untuk fasilitas di RPH Tarakan, Paulus memastikan seluruh sarana dalam kondisi siap digunakan. “Kalau di RPH ya fasilitasnya sudah cukup,” katanya.
Sampai saat ini, DKPP Tarakan juga belum menemukan adanya kasus penyakit serius pada hewan kurban yang diperiksa.
“Belum ada sih, untuk saat ini belum ada,” ujarnya.
Namun demikian, petugas tetap mewaspadai sejumlah temuan yang kerap muncul saat pemeriksaan hewan kurban.
“Biasanya kan yang cacing hati, terus kecacatan ternak misalnya kakinya jatuh. Itu kan nggak boleh cacat toh,” jelas Paulus.
Ia menambahkan, jika ditemukan bagian tubuh tertentu yang tidak layak konsumsi saat pemeriksaan postmortem, maka bagian tersebut langsung dipisahkan.
“Kalau itu ya nggak bisa dikonsumsi. Semua atau hanya bagian? Hanya bagian-bagian yang itu saja,” katanya.
Tetapi apabila kondisi hewan dinilai dapat memengaruhi keseluruhan daging, maka petugas akan menyarankan agar tidak dikonsumsi.
“Tetapi kita melihat juga kondisinya. Kalau misalnya semuanya bermasalah, ada berpengaruh ke yang lain, ya kita sarankan untuk tidak dikonsumsi,” tegasnya.
Khusus di RPH Tarakan, pengawasan dilakukan lebih ketat karena jumlah hewan yang dipotong cukup banyak.
“Makanya itu yang kita jaga, khususnya di RPH ini ya. Kita kalau di RPH ini ada 11 orang dari dinas. Memang banyak petugas pengawasan. Karena kan banyak sapinya,” ujarnya.
Paulus menyebut, hingga saat ini sudah terdapat puluhan sapi yang berada di dalam area gantung RPH.
“Ini kan sudah di dalam, digantungkan 46. Kalau terlewat kan ini,” katanya.
Sementara itu, berdasarkan data sementara DKPP Tarakan, jumlah stok sapi yang masuk tahun ini mencapai 1.494 ekor.
“Kalau di data kita yang masuk itu semua dengan stok yang sudah ada itu 1.494. Kalau yang sesuai dengan sistem yang masuk ya,” ujarnya.
Meski demikian, pihaknya belum dapat memastikan seluruh sapi tersebut akan dipotong pada Iduladha tahun ini.
“Nah itu belum tahu di lapangannya seperti apa. Makanya kita akan lihat di lapangan setelah mungkin Jumat rampung data-datanya. Atau Sabtu kita lihat berapa persen yang terpotong, yang tersisa atau malah pas-pasan atau seperti apa,” tutup Paulus.
(*)
Penulis: Andi Pausiah
DKPP Tarakan
Kalimantan Utara
pengawasan
hewan kurban
Paulus
Hari Raya Idul Adha
Masjid
petugas
polisi
TribunKaltara.com
| Longboat Mati Mesin saat Hujan Deras di Perairan Liagu, 3 Warga Tarakan Berhasil Dievakuasi SAR |
|
|---|
| Cerita Hj Kasmawati Anak dari Irama Madduta, Almarhumah Pernah Ucapkan Ingin Meninggal di Tanah Suci |
|
|---|
| Jemaah Haji Tarakan Irama Madduta Dimakamkan di Mekkah, Almarhumah Minta Mandi Sunnah Terakhir |
|
|---|
| 4 Kabupaten di Kaltara Raih WTP, BPK Sentil soal Pembelian Token Listrik |
|
|---|
| Saat Persiapan Menuju Arafah, Seorang Jemaah Haji Perempuan Asal Tarakan Meninggal Dunia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/Pengawasan-hewan-kurban-di-Tarakan-01-27052026.jpg)