Senin, 1 Juni 2026

Berita Malinau Terkini

Balai TNKM dan Tim Peneliti Global, Eksplorasi Habitat Mamalia Endemik di Perbatasan Kaltara

Dalam melacak keberadaan mamalia endemik Borneo di kawasan perbatasan Kalimantan Utara, Balai TNKM dan Tim Peneliti lakukan ekspolrasi.

Tayang:
Penulis: Mohamad Supri | Editor: Junisah
HO-BALAI TNKM
BALAI TNKM - Penyambutan Tim riset san peneliti di Kantor Balai TNKM Malinau, Kalimantan Utara. Ekspedisi kolaborasi ini bertujuan memetakan kelompok mamalia kecil di kawasan perbatasan dilakukan untuk memperkuat basis data konservasi Taman Nasional Kayan Mentarang. 

Ringkasan Berita:
  • Ekspedisi internasional gabungan Balai TNKM, BRIN, dan Smithsonian Institution (AS) meneliti mamalia kecil endemik di belantara Krayan, perbatasan Kaltara.
  • Mendata kekayaan biodiversitas dan memperkuat basis data ekologi demi mendukung upaya konservasi di kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang.
  • Penelitian mengutamakan kelestarian lingkungan dan dilakukan dengan berkoordinasi serta menghormati hukum adat masyarakat lokal.

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Penelitian kolaboratif berskala internasional mulai dilaksanakan di kawasan perbatasan Kalimantan Utara untuk melacak keberadaan mamalia endemik Borneo.

Dimulainya ekspedisi global untuk memetakan kembali satwa endemik yang tersembunyi di belantara kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM) secara spesifik di Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Ekspedisi global menargetjan Lanskap Krayan yang diyakini ilmuan sebagai salah satu episentrum dan sumber evolusi paling krusial bagi keanekaragaman hayati darat di Asia Tenggara.

Kawasan perbatasan dipilih oleh para ilmuwan dunia karena diyakini menjadi salah satu episentrum serta sumber evolusi bagi keanekaragaman hayati darat di Asia Tenggara.

Baca juga: Bukti Peradaban Neolitik di TNKM Malinau: Misteri Artefak dan Makam Purba

Fokus utama dari eksplorasi fase awal ini menyasar pengamatan serta pendataan komprehensif terhadap kelompok mamalia kecil di jantung Borneo.

Riset ini melibatkan tim peneliti gabungan dari Balai Taman Nasional Kayan Mentarang, Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, serta Smithsonian Institution dari Amerika Serikat.

Kepala BalaTNKM Seno Pramudito menyampaikan kedatangan tim peneliti gelombang pertama ini akan segera diterjunkan ke belantara perbatasan.

"Melalui survei mamalia kecil ini, kita berharap dapat mengungkap lebih dalam kekayaan biodiversitas yang ada. Lebih jauh lagi, hasil temuan ini menjadi penguatan data keanekaragaman hayati mamalia di TNKM sekaligus menjadi dasar dalam upaya konservasi pengelolaan kawasan," ujar Seno, Sabtu (30/5/2026).

Selain mengandalkan pendekatan sains, tim gabungan juga menyelaraskan proses pengambilan data lapangan dengan menghormati hukum adat serta tradisi lokal masyarakat Krayan.

Baca juga: Burung Kuau Raja Miliki Ratusan Mata dan Panjang Bulu hingga Dua Meter, Terekam di TNKM Malinau

Sebelum menuju belantara, rapat koordinasi pra-kondisi lintas sektoral terlebih dahulu digelar bersama kepala adat besar, pemerintah kecamatan, tokoh masyarakat, serta staf Pengendali Ekosistem Hutan.

"hasil temuan ini nantinya menjadi penguatan data keanekaragaman hayati mamalia di TNKM sekaligus menjadi dasar dalam upaya konservasi pengelolaan kawasan," sebut Seno lagi mengenai target inventarisasi data ekologi tersebut.

Seluruh tahapan pengambilan sampel satwa endemik di perbatasan ini dipastikan tetap mengutamakan prinsip kelestarian lingkungan tanpa merusak ekosistem yang ada.

Tim ini diperkuat mammalogist terkemuka, di antaranya Nurul Inayah dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, serta Dr. Melissa Hawkins dari Departemen Mamalia, Smithsonian Institution - National Museum of Natural History. Dalam waktu dekat, tim ahli dari Louisiana State University juga dijadwalkan bergabung.

(*)

Penulis : Mohammad Supri

 

Sumber: Tribun Kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved