Berita Tarakan Terkini
Kisah Bahar Mahmud yang Berhasil Turunkan Berat Badan 150 Kg Jadi 87 Kg, Metode Intermittent Fasting
Takut mati muda, akhirnya Bahar Mahmud lakukan diet dengan metode Intermittent Fasting dan berat badan berhasil turu dari 150 Kg ke 86 Kg.
Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
Ringkasan Berita:
- Bahar (150 kg) nekat berubah karena takut mati muda setelah vonis tensi tinggi dan gejala diabetes.
- Ia konsisten menerapkan defisit kalori dan puasa bertahap, melewati fase berat mirip sakau.
- Dalam 6 bulan, beratnya turun 62,3 kg (kini 87,7 kg) dan hidupnya jauh lebih sehat.
TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Bagi sebagian orang, duduk di kursi plastik adalah hal biasa yang nyaris tidak pernah dipikirkan. Namun tidak demikian bagi Bahar Mahmud.
Pria asal Tarakan Kalimantan Utara berusia 38 tahun itu pernah menjalani hari-hari dengan ketakutan yang terus menghantuinya setiap kali hendak duduk di tempat umum. Bukan karena alasan tertentu, melainkan karena ia khawatir kursi yang didudukinya tidak mampu menopang berat tubuhnya yang kala itu mencapai sekitar 150 kilogram.
Rasa cemas tersebut menjadi bagian dari kehidupan sehari-harinya selama bertahun-tahun ketika Obesitas ekstrem menguasai tubuhnya.
"Kalau dulu saya duduk di kursi, kaki saya kadang ikut menahan beban. Takut kursinya patah. Itu benar-benar saya rasakan. Orang mungkin menganggap sepele, tapi bagi saya itu jadi beban pikiran setiap hari," kenangnya.
Kekhawatiran terhadap kursi patah hanyalah sebagian kecil dari persoalan yang harus dihadapinya.
Dengan tinggi badan sekitar 164 sentimeter dan berat badan mencapai 150 kilogram, hampir seluruh aktivitas sederhana menjadi terasa sulit. Bergerak cepat membuatnya mudah kelelahan. Berjalan jauh terasa berat. Bahkan membeli pakaian pun bukan perkara mudah.
Baca juga: Puasa Bukan Sekadar Menahan Lapar, Tapi Baik untuk Detoks hingga Kontrol Berat Badan
Ukuran pakaian yang tersedia di pasaran tidak lagi mampu menyesuaikan bentuk tubuhnya. Hampir seluruh pakaian harus dibuat secara khusus.
Ukuran XXXL yang biasanya dianggap besar ternyata belum cukup baginya. Celana harus dipesan khusus, begitu pula dengan pakaian lainnya. Bahkan panjang gesper yang digunakannya mencapai sekitar dua meter.
Semakin hari, Bahar merasa tubuhnya perlahan membatasi kehidupannya. Ia kehilangan banyak hal yang selama ini dianggap normal oleh orang lain. Duduk nyaman, bergerak bebas, berjalan tanpa sesak napas hingga memilih pakaian sesuai keinginan menjadi sesuatu yang sulit ia nikmati.Dalam kondisi tersebut, rasa putus asa sempat menghampirinya.
"Ada masa saya merasa putus asa. Karena saya tidak bisa melakukan banyak hal yang orang normal lakukan. Rasanya seperti hidup dibatasi oleh badan sendiri," ujar pria yang juga saat ini sebagai pengajar di SDIT Ulul Albab Kota Tarakan.
Namun titik balik hidupnya datang bukan karena ingin memiliki tubuh ideal atau mengejar penampilan. Ia berubah karena mulai takut kehilangan masa depan.
Awalnya, Bahar Mahmud mengaku sering menerima kiriman video dan informasi mengenai bahaya Obesitas dari teman-temannya. Alih-alih termotivasi, ia justru merasa kesal karena terus diingatkan mengenai kondisi tubuhnya.
Namun lambat laun, berbagai peringatan itu menjadi alarm yang tidak lagi bisa diabaikan.
Ia mulai mencari tahu lebih jauh mengenai Obesitas dan berbagai komplikasi yang dapat mengancam penderitanya. Kesadaran itu semakin kuat ketika dirinya memeriksakan kesehatan ke dokter. Hasil pemeriksaan membuatnya terkejut.
Kadar gula darahnya pernah mencapai angka 216 setelah mengonsumsi makanan manis dalam jumlah besar. Sementara tekanan darahnya sempat berada di angka 180 per 110 mmHg meskipun sedang tidak melakukan aktivitas berat.
Bahar Mahmud
Tarakan
Kalimantan Utara
kursi
Obesitas
ekstrem
berat badan
pakaian
makanan
TribunKaltara.com
| Rumah Singgah Gratis Bagi Keluarga Pasien RSUD Jusuf SK Bertambah, Ada 14 Kamar hingga Dapur |
|
|---|
| Listrik Sempat Padam 3 Jam, PLN Temukan Burung Kesetrum di Jaringan Kusuma Bangsa Tarakan |
|
|---|
| Cara Umat Buddha di Tarakan Rayakan Waisak, Donor Darah hingga Mandi Rupang |
|
|---|
| Dugaan Ada Pemasok Gorontalo Jual Sapi Kurban Langsung ke Warga Tarakan, Penjual Lokal Sepi Pembeli |
|
|---|
| Cerita Ilham Penjual Sapi Limousin di Tarakan tak Laku Dijual, Idul Adha 2026 Diakui Sepi Pembeli |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/Bahar-Mahmud-masih-kurus-01-01062026.jpg)