Berita Malinau Terkini
Sopir Truk Menjerit Solar Kini Makin Sulit, Komisi II DPRD Malinau Segera Panggil Pemilik SPBU
Tidak hanya harga BBM saja naik dikeluhkan sopir truk, namun juga stok solar sulit ditemukan. Kalau pun ada stok harus rela antre panjang.
Penulis: Mohamad Supri | Editor: Junisah
Ringkasan Berita:
- Sopir truk di Malinau kesulitan mendapatkan Biosolar subsidi di SPBU, sementara harga di tingkat pengecer melonjak drastis hingga mencapai Rp14.000–Rp15.000 per liter.
- Kelangkaan dan mahalnya solar memicu pembengkakan ongkos angkut, yang berdampak langsung pada kenaikan harga bahan pokok di pasar.
- Komisi II DPRD Malinau mengendus adanya masalah distribusi di tingkat bawah dan akan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan memanggil 12–15 pemilik SPBU.
TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Biosolar dan melonjaknya harga di tingkat pengecer membuat para sopir truk di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara menjerit.
Kondisi ini dialami hampir merata di wilayah perkotaan Malinau hingga di daerah Malinau Selatan dan daerah terluar. Sulitnya memperoleh BBM subsidi jenis solar diperparah dengan kenaikan harga Dexlite. Keluhan ini kerap disampaikan sopir truk.
Seorang sopir truk jasa antarkabupaten kota, Usmanmengakui perjuangan untuk mendapatkan solar dengan harga sesuai standar kini semakin berat.
Satu-satunya jalan adalah rela antre panjang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Ada beberapa lokasi yang umumnya dikenal para sopir angkutan di perkotaan. Termasuk di beberapa wilayah lain juga tersedia, mulai dari Malinau Selatan hingga Mentarang dan daerah terluar.
"Kalau mau dapat harga sesuai ya di SPBU, kita biasa kalau nda di Malinau Kota sama di Seberang. Ya memang antre panjanglah. Cuma sering itu stoknya cepat betul habis. Kalau kadang kita memang harus ambil di eceran, sementara harganya di eceran itu bisa berkali lipat,"ujarnya, Sabtu (13/6/2026).
Baca juga: Pertamax Naik Rp 17 Ribu per Liter, Warga di Tana Tidung Lebih Pilih Antre Pertalite
Ia dan rekannya mengaku kondisi ini diperparah pascakenaikan harga Dexlite. Bagi Jusman dan rekan-rekan sesama sopir truk, situasi tersebut secara perlahan mematikan sumber penghasilan masyarakat kecil.
"Bisa ditanya, berapa coba untung kita bawa truk. Iya kalau punya truk sendiri agak mendingan, itupun sulit, apalagi kita ini yang bawa mobil orang. Kenapa solar ini penting Pak, karena ini bisa pengaruhnya ke pasar, harga barang mahal salah satunya ongkos angkutnya," katanya.
Keluhan ini juga telah disampaikan sejumlah sopir truk ke DPRD Malinau.
Ketua Komisi II Bidang Ekonomi Pembangunan DPRD Malinau, Dessy Puspitasari Sinaga, mengatakan dia bersama Komisi II telah memvalidasi keluhan tersebut langsung ke beberapa SPBU, termasuk di wilayah Malinau Selatan. Ada beberapa temuan yang akan ditindaklanjuti melalui RDP.
"Kami juga mendapatkan banyak sekali keluhan dari sopir-sopir. Salah satunya stok itu cepat habis. Dan di pengecer, harganya bisa naik berkali-kali lipat. Bahkan sampai Rp14 ribu satu liter," ungkap Dessy seusai pemantauan Komisi II DPRD Malinau di Malinau Selatan.
Satu dari sekian temuan Komisi II DPRD Malinau dari hasil penelusuran harga Biosolar, harga di tingkat pengecer melonjak drastis hingga mencapai Rp14.000 sampai Rp15.000 per liter.
Tingginya harga jual ini terjadi lantaran para pengecer mengaku menebus pasokan dari pangkalan dengan modal yang sudah mahal, ditambah keharusan menanggung beban ongkos angkut.
Kondisi di lapangan ini memunculkan tanda tanya besar. Pasalnya, data dari Bagian Ekonomi menyebutkan bahwa kuota bahan bakar subsidi untuk wilayah Malinau sejatinya sangat mencukupi.
Baca juga: Sopir Truk di Tarakan Sulit Dapat Solar, Terpaksa Bermalam di APMS, Begini Penjelasan Pertamina
Kelangkaan ini diduga kuat bersumber dari kendala pada rantai distribusi tingkat bawah. Banyak agen penyalur atau pangkalan yang dilaporkan tidak konsisten dalam membuka layanan harian dan stoknya dinilai terlampau cepat habis di pagi hari.
Hal tersebut memicu kecurigaan pasokan BBM subsidi justru mengalir ke luar daerah alih-alih tersalurkan kepada warga lokal yang benar-benar berhak.
BBM
subsidi
Biosolar
harga
sopir truk
Kabupaten Malinau
Kalimantan Utara
SPBU
Komisi II DPRD Malinau
TribunKaltara.com
| SPMB SD Negeri di Malinau Dibuka Akihr Juni, Kuota Domisili 80 Persen, Prioritas Warga Sekitar |
|
|---|
| Kunjungan Sakit Mendominasi, Dinkes PPKB Malinau Evaluasi Pencatatan Layanan Sehat di Puskesmas |
|
|---|
| Bandara Kolonel RA Bessing Malinau Kaji Potensi Penerbangan Antarwilayah, Rute Samarinda Prioritas |
|
|---|
| Naik Hampir 14 Persen, Kunjungan Pasien ke Faskes Tingkat Pertama di Malinau Tembus 46 Ribu |
|
|---|
| Antisipasi Kecurangan SPMB 2026, Disdik Malinau Sediakan Dua Pos Pengaduan Masyarakat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/Sopir-di-Malinau-sulit-cari-solar-13062026.jpg)