Breaking News:

Belum Sah Secara Hukum Negara, 70 Pasutri di Muara Komam Tana Paser Diusulkan Ikut Isbat Nikah

Belum sah secara hukum negara, 70 pasutri di Muara Komam, Kabupaten Tana Paser diusulkan ikut isbat nikah.

HO/DISDUKCAPIL PASER
Sejumlah pasangan suami istri (pasutri) di Kecamatan Muara Komam mendaftarkan dari sebagai peserta isbat nikah yang diprogramkan Disdukcapil Paser, Sabtu (10/10/2020). HO/DISDUKCAPIL PASER 

TRIBUNKALTARA.COM, TANA PASER– Belum sah secara hukum negara, 70 pasutri di Muara Komam, Kabupaten Tana Paser diusulkan ikut isbat nikah

Sebanyak 70 pasangan suami istri (pasutri) di Kecamatan Muara Komam, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, mengusulkan Isbat Nikah agar pernikahan mereka yang sah secara hukum agama juga mendapatkan pengakuan secara hukum negara.

Ini disampaikan Kabid Pencatatan Sipil pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil ( Disdukcapil ) Kabupaten Paser H Arpan Haris, Selasa (13/10/2020).

Baca juga: Pastikan Vaksin Covid-19 Halal, Tim MUI Kunjungi China, Indonesia Beli 3 Vaksin Produk Tiongkok

Baca juga: Kombes Pol Ary Donny Sebut Rp 5,6 M untuk Anggaran Pengamanan Pilkada Polres Nunukan Cukup Besar

Baca juga: Hadapi Covid -19, Calon Wakil Bupati Kutim Uce Prasetyo : 21 Hari Dalam Kepasrahan di Rumah Sakit

“Isbat nikah ini program pemerintah daerah, dalam hal ini Disdukcapil Paser, gratis bagi peserta program,” kata Arpan Haris.

Program ini, lanjut Arpan Haris, untuk membantu masyarakat Kabupaten Paser, yakni pasutri yang menikah sesuai ketentuan agama, tapi belum memiliki buku nikah.

Hanya saja, kuota peserta terbatas untuk 50 pasangan, sedangkan Muara Komam mengusulkan 70 pasutri.

"Muara Komam mengusulkan 70 pasangan, tapi kuota kita 50 pasangan saja, jadi sisanya disikapi dengan biaya mandiri dan tidak akan memberatkan peserta,” ucapnya.

Setelah didata, kata Arpan Haris, pihaknya menyampaikannya ke Pengadilan Agama (PA) Tanah Grogot untuk diverifikasi, layak atau tidak mengikuti sidang Isbat Nikah.

Rencananya PA Tanah Grogot akan menggelar sidang Isbat Nikah pada 12 November 2020 mendatang.

Sementara itu, Ketua PA Tanah Grogot Nanang M Rofi’i mengatakan, sebelum menjalani Isbat Nikah, setiap pasutri harus menghadirkan saksi.

Jika semula berstatus sudah menikah dengan pasangan yang lain, maka yang bersangkutan harus bisa menunjukkan surat cerainya.

Baca juga: Lebih Digandrungi Milenial, KPU Malinau Imbau Paslon Pilkada Malinau Manfaatkan Kampanye Daring

Baca juga: Kamis Ini, Komisi Pemilihan Umum Malinau akan Tetapkan Daftar Pemilih Tetap Kabupaten

Baca juga: Kapolres Bulungan AKBP Teguh Ungkap 5 Polisi Positif Covid-19 Punya Riwayat Perjalanan ke Balikpapan

Karena dari beberapa hasil verifikasi pemohon, kata Nanang, ada beberapa yang tak memenuhi syarat, sehingga pengajuannya tidak diterima dalam sidang isbat nikah.

Sebaliknya, jika semua lengkap dan bersih, maka pengajuan nikahnya dapat diterima.

“Verifikasi itu dilakukan sebagai bahan pertimbangan dalam memutuskan diterima atau tidaknya permohonan mereka di sidang Isbat Nikah. Untuk nikah ulang (akad nikah) diarahkan ke Kantor Urusan Agama (KUA) setempat,” kata Nanang menjelaskan.

( TribunKaltara.com / Sarassani )

Editor: M Purnomo Susanto
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved