Senin, 13 April 2026

Kebutuhan Pokok di Lumbis dan Krayan Tersendat Imbas Malaysia Lockdown, Begini Solusi Pemerintah

Kebutuhan bahan pokok bagi masyarakat di Kecamatan Lumbis dan Krayan, Nunukan, Kalimantan Utara ( Kaltara ), tersendat imbas Malaysia lockdown

Kolase TribunKaltara.com / dok TribunKaltim.co
ILUSTRASI - Kebutuhan Pokok di Nunukan (Kolase TribunKaltara.com / dok TribunKaltim.co) 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Kebutuhan bahan pokok bagi masyarakat di Kecamatan Lumbis dan Krayan, Nunukan, Kalimantan Utara ( Kaltara ), tersendat imbas Malaysia lockdown, Dinas Perdagangan siapkan solusi ini.

Pendistribusian bahan pokok bagi masyarakat di perbatasan RI-Malaysia ikut terimbas pandemi Covid-19.

Seperti yang terjadi di Kecamatan Krayan dan Lumbis Hulu, Nunukan, yang mayoritas kebutuhan pokoknya berasal dari Malaysia.

Adapun kebutuhan pokok yang berasal dari Malaysia berupa, gula, minyak goreng, tabung gas 14 kg, dan tepung.

Tersendatnya distribusi bahan pokok ke Krayan dan Lumbis akibat situasi Malaysia yang sampai hari ini masih memberlakukan lockdown akibat pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Perdagangan Nunukan, Dian Kusumanto memastikan pihaknya akan lebih mengoptimalkan distribusi dalam negeri.

Menurutnya Nunukan masih bisa mengandalkan distribusi dari Sulawesi, Surabaya, Balikpapan, Samarinda, dan Tarakan.

Baca juga: Polisi Amankan Pria Diduga Penyusup Aksi Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja Jilid III di Balikpapan

Baca juga: Halaman Kantor Bank Dijadikan Tempat Transaksi Narkoba, Polsek Muara Jawa Tangkap Pengedar Sabu

Baca juga: Pencarian Hari ke 2 ABK Tenggelam Diduga Tertabrak Ponton, Basarnas Samarinda Perluas Area Pencarian

"Meskipun Malaysia lockdown, distribusi dari dalam negeri masih terbilang lancar.

Trasportasi baik darat, laut, sungai, dan udara masih aman," kata Dian kepada TribunKaltara.com, saat dihubungi melalui telepon seluler, Rabu (14/10/2020), pukul 15.00 Wita.

Menurut Dian, agar distribusi kebutuhan pokok dari Tarakan ke wilayah Krayan tetap berjalan lancar, pihaknya akan mengoptimalkan Jembatan Udara atau Jembara, yakni pendistribusian barang melalui jalur udara.

"Jembara itu ya melalui pesawat udara. Dari Tarakan bisa langsung ke Krayan.

Begitupun dari Nunukan bisa didistribusi ke Krayan melalui Jembara," tutur Dian.

Sedangkan untuk Kecamatan Lumbis, bisa didistribusikan menggunakan jalur laut, seperti kapal barang.

Sebelumnya, Jembara dilakukan 65 kali dalam satu tahun dan waktunya sudah berakhir Juli lalu.

Akibat Malaysia masih lockdown, distribusi lewat Jembara dari Tarakan ke Krayan di tambah lagi sebanyak 65 kali.

Sumber: Tribun Kaltara
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved