Kebutuhan Pokok di Lumbis dan Krayan Tersendat Imbas Malaysia Lockdown, Begini Solusi Pemerintah
Kebutuhan bahan pokok bagi masyarakat di Kecamatan Lumbis dan Krayan, Nunukan, Kalimantan Utara ( Kaltara ), tersendat imbas Malaysia lockdown
Penulis: Febrianus Felis | Editor: Cornel Dimas Satrio
"Alhamdulilah ditambah lagi. Kami sudah bersurat ke Gubernur dan Kementerian Perhubungan, minta ditambah lagi mulai Oktober sampai Desember. Tentu dengan APBN," terang Dian.
Tidak hanya itu, untuk distribusi dari Nunukan ke Krayan, pendistribusian barang lewat udara juga ditambah lagi, hingga 17 kali.
Distribusi kebutuhan pokok dari Nunukan ke kecamatan terjauh yakni Krayan Selatan dan Krayan Barat.
"Jembara pertama sudah habis, sampai Agustus saja. Tentu melalui APBD yang bersumber dari Dana Insentif Daerah (DID). Ini untuk antisipasi Covid-19," jelas Dian.
Baca juga: Listrik tak Segera Dipadamkan, Pemadaman Kebakaran di Balikpapan Perlukan Waktu Satu Setengah Jam
Baca juga: Kapolda Kaltim Perintahkan Polisi Utamakan Tindakan Persuasif & Humanis saat Aksi Tolak UU Ciptaker
Baca juga: Pentas Drama dan Lantunan Puisi Warnai Demonstrasi Mahasiswa Tolak UU Cipta Kerja di Balikpapan
Sementara perihal harga kebutuhan pokok, ia mengatakan masih terbilang stabil.
"Untuk bawang merah dan putih, jahe, tomat, cabe itu fluktuatif.
Tidak hanya di Nunukan, ini terkait musim panen dan musim tanam.
Kita belum mencukupi untuk produksi sendiri jadi tergantung pasokan dari Surabaya dan Sulawesi," tambah Dian.
Dia mengatakan, pihaknya akan terus memantau seminggu sekali harga dan stok pangan di pasar.
"Saya pikir tidak perlu panik.
Selama ini cukup saja, dari dalam negeri transportasi berjalan baik.
( TribunKaltara.com/ Felis )
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/ilustrasi-kebutuhan-pokok-di-nunukan-15102020.jpg)