Kebutuhan Pokok di Lumbis dan Krayan Tersendat Imbas Malaysia Lockdown, Begini Solusi Pemerintah
Kebutuhan bahan pokok bagi masyarakat di Kecamatan Lumbis dan Krayan, Nunukan, Kalimantan Utara ( Kaltara ), tersendat imbas Malaysia lockdown
Penulis: Febrianus Felis | Editor: Cornel Dimas Satrio
TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Kebutuhan bahan pokok bagi masyarakat di Kecamatan Lumbis dan Krayan, Nunukan, Kalimantan Utara ( Kaltara ), tersendat imbas Malaysia lockdown, Dinas Perdagangan siapkan solusi ini.
Pendistribusian bahan pokok bagi masyarakat di perbatasan RI-Malaysia ikut terimbas pandemi Covid-19.
Seperti yang terjadi di Kecamatan Krayan dan Lumbis Hulu, Nunukan, yang mayoritas kebutuhan pokoknya berasal dari Malaysia.
Adapun kebutuhan pokok yang berasal dari Malaysia berupa, gula, minyak goreng, tabung gas 14 kg, dan tepung.
Tersendatnya distribusi bahan pokok ke Krayan dan Lumbis akibat situasi Malaysia yang sampai hari ini masih memberlakukan lockdown akibat pandemi Covid-19.
Kepala Dinas Perdagangan Nunukan, Dian Kusumanto memastikan pihaknya akan lebih mengoptimalkan distribusi dalam negeri.
Menurutnya Nunukan masih bisa mengandalkan distribusi dari Sulawesi, Surabaya, Balikpapan, Samarinda, dan Tarakan.
Baca juga: Polisi Amankan Pria Diduga Penyusup Aksi Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja Jilid III di Balikpapan
Baca juga: Halaman Kantor Bank Dijadikan Tempat Transaksi Narkoba, Polsek Muara Jawa Tangkap Pengedar Sabu
Baca juga: Pencarian Hari ke 2 ABK Tenggelam Diduga Tertabrak Ponton, Basarnas Samarinda Perluas Area Pencarian
"Meskipun Malaysia lockdown, distribusi dari dalam negeri masih terbilang lancar.
Trasportasi baik darat, laut, sungai, dan udara masih aman," kata Dian kepada TribunKaltara.com, saat dihubungi melalui telepon seluler, Rabu (14/10/2020), pukul 15.00 Wita.
Menurut Dian, agar distribusi kebutuhan pokok dari Tarakan ke wilayah Krayan tetap berjalan lancar, pihaknya akan mengoptimalkan Jembatan Udara atau Jembara, yakni pendistribusian barang melalui jalur udara.
"Jembara itu ya melalui pesawat udara. Dari Tarakan bisa langsung ke Krayan.
Begitupun dari Nunukan bisa didistribusi ke Krayan melalui Jembara," tutur Dian.
Sedangkan untuk Kecamatan Lumbis, bisa didistribusikan menggunakan jalur laut, seperti kapal barang.
Sebelumnya, Jembara dilakukan 65 kali dalam satu tahun dan waktunya sudah berakhir Juli lalu.
Akibat Malaysia masih lockdown, distribusi lewat Jembara dari Tarakan ke Krayan di tambah lagi sebanyak 65 kali.
"Alhamdulilah ditambah lagi. Kami sudah bersurat ke Gubernur dan Kementerian Perhubungan, minta ditambah lagi mulai Oktober sampai Desember. Tentu dengan APBN," terang Dian.
Tidak hanya itu, untuk distribusi dari Nunukan ke Krayan, pendistribusian barang lewat udara juga ditambah lagi, hingga 17 kali.
Distribusi kebutuhan pokok dari Nunukan ke kecamatan terjauh yakni Krayan Selatan dan Krayan Barat.
"Jembara pertama sudah habis, sampai Agustus saja. Tentu melalui APBD yang bersumber dari Dana Insentif Daerah (DID). Ini untuk antisipasi Covid-19," jelas Dian.
Baca juga: Listrik tak Segera Dipadamkan, Pemadaman Kebakaran di Balikpapan Perlukan Waktu Satu Setengah Jam
Baca juga: Kapolda Kaltim Perintahkan Polisi Utamakan Tindakan Persuasif & Humanis saat Aksi Tolak UU Ciptaker
Baca juga: Pentas Drama dan Lantunan Puisi Warnai Demonstrasi Mahasiswa Tolak UU Cipta Kerja di Balikpapan
Sementara perihal harga kebutuhan pokok, ia mengatakan masih terbilang stabil.
"Untuk bawang merah dan putih, jahe, tomat, cabe itu fluktuatif.
Tidak hanya di Nunukan, ini terkait musim panen dan musim tanam.
Kita belum mencukupi untuk produksi sendiri jadi tergantung pasokan dari Surabaya dan Sulawesi," tambah Dian.
Dia mengatakan, pihaknya akan terus memantau seminggu sekali harga dan stok pangan di pasar.
"Saya pikir tidak perlu panik.
Selama ini cukup saja, dari dalam negeri transportasi berjalan baik.
( TribunKaltara.com/ Felis )
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/ilustrasi-kebutuhan-pokok-di-nunukan-15102020.jpg)