Program KOTAKU Kaltara, 35 Peserta di Nunukan Ikuti Pelatihan dan Sertifikasi Tukang
Peningkatan skill tukang Kabupaten Nunukan, program Kota Tanpa Kumuh ( KOTAKU ) Kalimantan Utara ( Kaltara ), gelar pelatihan dan sertidikasi tukang
Penulis: Febrianus Felis | Editor: Cornel Dimas Satrio
TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Dalam rangka peningkatan skill tukang di Kabupaten Nunukan, program Kota Tanpa Kumuh ( KOTAKU ) Kalimantan Utara ( Kaltara ), lakukan pelatihan dan sertifikasi tukang.
Pembukaan pelatihan yang digelar di Kantor Bupati Nunukan itu, diikuti oleh 35 peserta dari beberapa kelurahan atau desa di Kabupaten Nunukan.
Pelatihan akan dilakukan selama empat hari yang terdiri dari pembekalan dihari pertama, hari kedua dan ketiga praktik lapangan, sementara hari keempat assesment oleh assesor.
Koordinator Kota Program KOTAKU, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kaltara, Saiful Arif mengatakan, pelatihan itu dalam rangka meningkatkan skill tukang di Kabupaten Nunukan.
Termasuk untuk mengurangi dampak pandemi Covid-19 terhadap masyarakat, utamanya tukang lokal Nunukan.
Baca juga: Kapolres Nunukan AKBP Syaiful Anwar Beber 3 Indikator Kesuksesan Pilkada 2020 di Tengah Pandemi
Baca juga: H-4 Jelang Pilkada Serentak, 10 Paguyuban di Nunukan Kaltara Nyatakan Sikap di Tugu Dwikora
Baca juga: Gegara Terlibat Narkoba, Satu Oknum Polisi di Nunukan Kalimantan Utara Dipecat
"Ini insiaasi program KOTAKU. Selama empat hari pelatihannya, hari pertama pembekalan dulu, dua hari berikutnya akan praktik di Kelurahan Nunukan Selatan dan Mansapa.
Hari keempat wawancara untuk memastikan 35 peserta berkompeten atau tidak untuk dapatkan sertifikat," kata Saiful Arif kepada TribunKaltara.com, seusai pembekalan di Kantor Bupati Nunukan, Sabtu (5/12/2020), pukul 15.00 Wita.
Menurut dia, ada tiga pelatihan yang disodorkan pihaknya kepada 35 peserta, yakni pelatihan tukang, pelatihan sertifikasi tukang, dan pelatihan produksi bahan-bahan material.
Namun, peserta tersebut lebih meminati pelatihan sertifikasi tukang, yang mana disertifikasi itu hanya tukang kayu dan batu.
Untuk sertifikasi tukang kayu, peserta diajarkan bagaimana memahami struktur konstruksi kayu, sedangkan tukang batu diarahkan untuk memahami struktur pemasangan batu dan cor beton.
"Ada tiga pelatihan yang kita sodorkan. Ternyata secara umum peserta di sini lebih minat pelatihan sertifikasi tukang.
Dua pelatihan lainnya tidak diadakan tahun ini. 35 peserta akan diberikan pemahaman oleh instruktur dari bina jasa konstruksi provinsi Kaltara," ujar Saiful Arif.
Dia mengaku, Pemerintah Pusat dan daerah ke depan akan mengutamakan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki sertifikat keahlian sesuai bidang masing-masing.
"Ke depan nanti setiap pekerja di bidang apapun harus memiliki sertifikasi keahlian. Mereka lebih diutamakan," tuturnya.
Dia berharap, pasca pelatihan nanti, 35 peserta itu mendapatkan sertifikat sehingga mereka dapat bersaing di lapangan kerja.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/program-kotaku-dan-sertifikat-tukang-nunukan.jpg)