Breaking News:

Kebakaran di Nunukan

Masa Tanggap Darurat Bencana Hingga 17 Januari, BPBD Nunukan: Gedung Ini Dipinjamkan Selama Sepekan

Masa tanggap darurat bencana hingga 17 Januari, BPBD Nunukan: Gedung ini dipinjamkan selama sepekan.

TribunKaltara.com / Febrianus Felis
Sebanyak 57 rumah di sekitar pasar Inhutani Nunukan, RT 10, Nunukan Utara ludes terbakar, Minggu (10/01/2021), pukul 18.00 Wita. (TRIBUNKALTARA.COM/ Febrianus felis.) 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Masa tanggap darurat bencana hingga 17 Januari, BPBD Nunukan: Gedung ini dipinjamkan selama sepekan.

Masa tanggap darurat bencana bagi 243 jiwa, korban kebakaran hanya sampai 17 Januari 2021.

Hal itu diungkapkan oleh Kasubid Kedaruratan BPBD Nunukan, Hasan.

Baca juga: UPDATE Tambah 5, Kasus Positif Covid-19 Malinau Jadi 317, Berasal dari Kontak Erat & Transmisi Lokal

Baca juga: Sehari Jelang Jokowi Divaksin Corona, 15 Juta Dosis Asal China Tiba, Doni Munardo Ingatkan Hal Ini

Baca juga: UPDATE Tambah 163, Kasus Covid-19 Kaltara jadi 5.140, Didominasi Transmisi Lokal & 1 Meninggal Dunia

"Semua kebutuhan pengungsi, kami akan lakukan pelayanan sampai 17 Januari. Kami akan layani mulai kebutuhan makan dan minum hingga pelayanan kesehatan di pos tanggap darurat bencana ini sampai 5 hari ke depan," kata Hasan kepada TribunKaltara.com, Selasa (12/01/2021), pukul 17.00 Wita.

Menurut Hasan, pihaknya sudah lakukan penyampaian kepada seluruh korban kebakaran perihal pelayanan selama masa darurat hingga 17 Januari.

Pasalnya, gedung Pusat Jajanan Serba Ada (Pujasera) yang kini menjadi tempat evakuasi korban kebakaran, hanya diberikan waktu 1 minggu oleh Dinas Perdagangan Nunukan.

"Jadi setelah 17 Januari kami akan berikan petunjuk lebih lanjut. Perkembangan situasi ini kami akan lihat ke depan seperti apa. Jadi belum bisa dipastikan untuk korban yang tidak punya tempat tinggal. Apalagi gedung ini belum diserahkan kepada yang punya. Ini di bawah Dinas Perdagangan. Kami dipinjamkan satu minggu saja," ucap Hasan.

Hasan mengaku, pihaknya sengaja memindahkan 32 KK ke gedung Pujasera itu, lantaran terminal Inhutani tempat sebelumnya, kurang layak ditempati, apalagi cuaca belakangan ini sering hujan.

"Tempat ini lebih representatif untuk para korban kebakaran. Lebih bisa menjamin ketenangan. Kalau di tenda pengungsian berkerumun orang. Nah kalau di sini per keluarga letaknya terpisah karena bentuknya petak.
Minimal kita bisa meminimalisir penyebaran virus Covid-19," ujarnya.

Demikian halnya posko kesehatan, sudah dibuka sejak kemarin. Kendati ada warga yang memiliki keluhan flu, namun sudah diatasi oleh petugas medis dari Puskesmas Nunukan dan RSUD Nunukan.

Halaman
12
Penulis: Febrianus Felis
Editor: M Purnomo Susanto
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved