Kebakaran di Nunukan
Posko Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Rumah Resmi Ditutup Bupati Nunukan Asmin Laura
Bupati Nunukan Asmin Laura resmi menutup posko tanggap darurat bencana kebakaran rumah di Nunukan yang terjadi sepekan lalu di Inhutani.
Penulis: Febrianus Felis | Editor: Amiruddin
"Kami rapatkan dulu apakah bisa membangun kembali atau tidak. Jadi sementara waktu korban bisa tinggal di Rusunawa. Kalaupun nanti bisa dibangun kembali, sewaktu-waktu Pemerintah mau perbaiki, warga di situ harus bisa relakan," tuturnya.
Baca juga: UPDATE Tambah 4, Kasus Covid-19 Nunukan jadi 810, 2 Pasien Probable Meninggal Dunia & 3 Orang Sembuh
Baca juga: Aliansi Mahasiswa Perbatasan Gelar Galang Dana Bagi Korban Kebakaran di Nunukan Hingga Rp 17 Juta
Baca juga: Palang Merah Indonesia Nunukan Gelar Program Jumat Berkah Sumbang Darah di Masjid Al Mujahidin
Tak lupa Asmin Laura, sampaikan ucapan terimakasih kasih kepada BPBD, Tagana, PMI, TNI-Polri dan relawan lainnya yang sudah membantu selama masa tanggap darurat.
"Saya ucapkan terimakasih kepada semua yang terlibat selama masa tanggap darurat ini. Tanpa kerjasama kita semua tidak akan sampai seperti sekarang ini," ungkapnya.
Informasi dari BPBD, bantuan sembako ada 35 item dengan jumlah yang berbeda-beda tiap item. Sementara uang dari donatur untuk korban kebakaran sekira Rp133 juta lebih dan masing-masing mendapatkan Rp1,8 juta per KK.
Sekadar informasi, ada 72 KK yang menjadi korban kebakaran. Adapun rincian dari 243 jiwa yakni:
- Laki-laki dewasa: 80 orang.
- Perempuan dewasa: 79 orang.
- Anak laki-laki: 46 orang.
- Anak perempuan: 38 orang.
Hingga berita ini diturunkan, personel BPBD dibantu oleh TNI-Polri, Tagana, PMI, kelurahan setempat dan relawan lainnya untuk membagikan sembako dan uang tunai secara merata kepada 72 KK korban kebakaran.
(*)
( TribunKaltara.com / Felis )