Kebakaran di Nunukan
Posko Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Rumah Resmi Ditutup Bupati Nunukan Asmin Laura
Bupati Nunukan Asmin Laura resmi menutup posko tanggap darurat bencana kebakaran rumah di Nunukan yang terjadi sepekan lalu di Inhutani.
Penulis: Febrianus Felis | Editor: Amiruddin
TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Bupati Nunukan Asmin Laura resmi menutup posko tanggap darurat bencana kebakaran rumah di Nunukan yang terjadi sepekan lalu di Inhutani, RT 08 dan RT 10, Kelurahan Nunukan Utara, Kalimantan Utara ( Kaltara ).
Kebakaran itu menghanguskan 62 bangunan rumah, 56 diantaranya merupakan rumah warga dan 6 bangunan lainnya merupakan fasilitas umum seperti Pos Bea Cukai, Pos Polisi, Pos Dishub, dan Pos Perikanan.
Bencana non alam itu membuat 243 jiwa kehilangan tempat tinggal. Tak hanya korban kebakaran, 7 orang lainnya juga mengalami luka bacok akibat penganiayaan yang dilakukan oleh tersangka pelaku pembakaran rumah.
Baca juga: Masa Tanggap Darurat Kebakaran di Nunukan Berakhir Besok, Begini Reaksi Kadis Sosial
Baca juga: Galang Dana Hingga Rp 14 Juta, Ketua PKS Nunukan Sebut Untuk 3 Wilayah Korban Bencana Alam
Baca juga: Sungai di Malaysia Meluap, 8 Desa di Nunukan Terendam Banjir, 2.752 Jiwa Pilih Bertahan di Rumah
Diketahui, tersangka pelaku pembakaran sekaligus penganiayaan meninggal dunia 2 hari pasca peristiwa mencekam itu terjadi.
Asmin Laura mengatakan, selama sepekan ini sebanyak 32 kepala keluarga (KK) yang mengungsi di ruko Pusat Jajanan Serba Ada (Pujasera) menjadi tanggungan Pemerintah Daerah (Pemda).
Sementara itu, 40 KK lainnya telah mengungsi di tempat keluarga masing-masing.
Kendati begitu, semua korban kebakaran yang sudah terdata di Kelurahan Nunukan Utara akan mendapatkan bantuan sembako dan uang tunai secara merata.
"Karena ini sudah sepekan jadi masa tanggap darurat bencana non alam ini resmi kami tutup. Saya sangat bersyukur sekali banyak bantuan sembako bahkan penggalangan dana dari relawan baik dari Pemda, masyarakat umum, DPRD dan Parpol, perusahaan swasta, BUMN, BUMD, pihak Bank, organisasi masyarakat dan mahasiswa. Semoga bantuan ini menjadi berkah bagi korban dan yang sudah iklas membantu akan dilipatgandakan oleh Allah Swt," kata Asmin Laura kepada TribunKaltara.com, Minggu (17/01/2021), pukul 11.00 Wita.
Korban yang masih belum memiliki tempat tinggal, Pemda menyediakan Rusunawa yang berkapasitas 200 orang dan 96 kamar untuk ditinggali sementara waktu.
"Saya meminta korban agar bersabar menunggu, semua akan kami persiapkan. Sementara yang belum memiliki rumah, kami sediakan Rusunawa. Mudahan apa yang diberikan hari ini dapat menjadi modal awal untuk memulai kehidupan yang baru. Korban akan diberikan vitamin, masker," ucap Asmin Laura.
Dia mengaku, bantuan anggaran dari Pemda untuk korban kebakaran rumah mengalami hambatan, lantaran adanya sistem penganggaran baru yang harus diterapkan oleh Pemda.
"Karena ini diawal tahun baru ada sistem baru yang harus diterapkan di Pemda dan berlaku di seluruh pemerintahan Kabupaten/ Kota.
Tiga hari lalu saya sudah bersurat kepada Kementrian agar bagaimana kita menggunakan sistem yang lama mengingat situasi dan kondisi di lapangan akan sedikit mendesak dan kita membutuhkan anggaran agar segera disalurkan kepada korban," ujarnya.
Perihal rumah di atas laut yang ludes terbakar api itu, Asmin Laura katakan akan segera dibahas di internal Pemda terlebih dahulu, untuk diputuskan bisa atau tidaknya membangun kembali di lokasi tersebut.
Lokasi rumah yang terbakar berada di ujung dermaga penyeberangan spead boat Nunukan-Sebuku. Dari informasi yang dihimpun lokasi tersebut menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi.