Breaking News:

Berita Nunukan Terkini

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Nunukan Berharap Peternak Ayam Lokal Segera Bentuk Asosiasi

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Nunukan berharap peternak ayam lokal segera bentuk asosiasi.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM/FELIS
Rapat penetapan harga ayam potong di kandang bersama peternak ayam potong lokal dan mitra korporasi di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Nunukan belum lama ini. TRIBUNKALTARA.COM/ Febrianus felis. 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Nunukan berharap peternak ayam lokal segera bentuk asosiasi.

Kisruh harga ayam potong di Nunukan belum lama ini menjadi soroton pemberitaan publik Kalimantan Utara (Kaltara).

Bagaimana tidak, harga ayam potong di kandang yang sebelumnya Rp26 ribu per kilo, kini turun menjadi Rp23 per kilo.

Baca juga: Dinas Pertanian & Ketahanan Pangan Nunukan Bakal Evaluasi Harga Ayam Potong, Berikut Kesepakatannya

Baca juga: Pengajar Muda Nunukan Sebut Toleransi Beragama di Pelosok Desa Perbatasan RI-Malaysia Sangat Tinggi

Baca juga: Kabur dari Malaysia Gegara Upah Tak Dibayar, BP2MI Nunukan Bakal Fasilitasi Kepulangan 4 WNI

Hal itu diperparah dengan adanya ayam potong dari Malaysia dan Berau yang masuk ke Nunukan dengan harga jual relatif rendah.

Informasi yang dihimpun, harga ayam potong dari Malaysia yang dijual di Nunukan sebesar Rp19 ribu per kilo. Sementara, dari Berau dijual dengan harga Rp12 ribu per kilo.

Hingga Selasa (16/02/2021), Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Nunukan telah menyepakati harga ayam potong di kandang bersama peternak lokal, pelaku usaha dan mitra korporasi.

Ada empat fase harga ayam potong yang disepakati yakni fase I untuk bobot 1,6-1,9 Kg harganya Rp26 ribu. Fase II untuk bobot 2,00-2,5 Kg harganya Rp25 ribu. Fase III untuk bobot 2,6-3 Kg harganya Rp24 ribu. Sementara fase IV untuk bobot 3,1 Kg ke atas harganya Rp20 ribu.

Kendati begitu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Nunukan, Masniadi, berharap kepada peternak ayam potong lokal segera membuat draft struktur asosiasi peternak ayam lokal.

Menurut dia, adanya asosiasi peternak ayam potong lokal di Nunukan akan menjadi landasan hukum untuk membawa permasalahan yang mereka hadapi kelak ke tingkatan yang lebih tinggi.

Baca juga: Kisruh Lahan Belum Ada Titik Terang, DPRD Nunukan Janji Mediasi Masyarakat Adat dan Perusahaan Sawit

Baca juga: Asmin Laura-Hanafiah Jadi Bupati & Wakil Bupati Nunukan Terpilih, Parpol Pengusung Komitmen Mengawal

Baca juga: Ditetapkan Jadi Wakil Bupati Nunukan Dampingi Asmin Laura, Hanafiah: Tak Ada Lagi Kubu-kubu

"Kita berharap peternak ayam potong lokal segera menyerahkan draft struktur asosisasi untuk satu organisasi. Kami berharap suara asosisasi ini akan memudahkan mereka membawa permasalahan yang ke depan dihadapi ke tingkat lebih tinggi," kata Masniadi kepada TribunKaltara.com, Minggu (21/02/2021), pukul 17.30 Wita.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved