Perbatasan RI Malaysia
BBM Kembali Normal di Perbatasan RI-Malaysia, Tapi Harga Semen di Krayan Capai Rp 1,5 Juta Per Sak
BBM di Kecamatan Krayan, Nunukan, kembali normal, namun sederet persoalan lainnya muncul silih berganti menimpa warga perbatasan RI-Malaysia itu.
Penulis: Febrianus Felis | Editor: Cornel Dimas Satrio
TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Meski Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kecamatan Krayan, Nunukan, Kalimantan Utara, kembali normal, namun sederet persoalan lainnya muncul silih berganti menimpa warga perbatasan RI-Malaysia itu.
Pada Desember 2020 lalu, kelangkaan BBM terjadi di Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara ( Kaltara).
Akibatnya, warga di perbatasan RI-Malaysia itu, terpaksa antre berjam-jam di Agen Premium Minyak Solar ( APMS) dan SPBU guna mendapatkan BBM.
Diketahui, dari 5 kecamatan di Krayan, hanya ada satu APMS di Krayan Induk dan satu SPBU di Krayan Selatan.
Kelangkaan BBM yang terjadi sekira satu bulan itu, akibat pesawat Air Tractor dengan daya angkut sebanyak 4 ton dari Kota Tarakan menuju Krayan berhenti beroperasi.
Sehingga layanan angkutan BBM hanya menggunakan pesawat Smart, dengan daya angkut hanya 1,2 ton saja.
Baca juga: Camat Krayan Beber Warganya Gunakan Kayu Bakar untuk Memasak, Haberly: Per Kubik Seharga Rp 700 Ribu
Baca juga: Harga Tabung Gas 16 Kilogram Asal Malaysia di Krayan Nunukan Tembus Rp 1,7 Juta, Ini Penyebabnya
Baca juga: Rencana Peningkatan Lapangan Terbang Binuang, Camat Krayan Tengah Darius Harap Segera Direalisasikan
Camat Krayan Haberly mengatakan, kelangkaan BBM yang terjadi beberapa waktu lalu, saat ini sudah kembali normal.
Lantaran, tak hanya Pesawat Air Tractor saja yang memuat BBM 2,7 ton, kini juga dibantu oleh Pesawat Cessna bermuatan 1,2 ton.
"Untuk saat ini, BBM masih bisa terkendali.
Sekarang masih antre tapi tidak terlalu panjang kayak sebelumnya," kata Haberly kepada TribunKaltara.com, melalui telepon seluler, Jumat (26/03/2021), pukul 11.00 Wita.
Meski demikian, Pesawat Air Tractor beroperasi ke wilayah Krayan tergantung pada kondisi cuaca.
"Kalau cuaca bagus sehari dua kali pesawatnya beroperasi ke Krayan.
Nanti BBM di distribusi ke APMS di Krayan Induk dan SPBU di Krayan Selatan.
Seminggu terakhir ini normal saja," ucapnya.
Baca juga: Banyak Orang Asing Masuk ke Kaltara Tanpa Dokumen, Imigrasi Sorot Perbatasan RI-Malaysia di Sebatik
Baca juga: Tatap Pemilu Serentak 2024, Identitas Warga di Perbatasan RI-Malaysia Jadi Perhatian Bawaslu Kaltara
Baca juga: Kondisi Jalan di Krayan Nunukan, Jadi Kubangan Lumpur Setinggi 1 Meter, Warga Terpaksa Turun Tangan
Di sisi lain, masyarakat perbatasan RI-Malaysia itu kini menghadapi masalah baru yakni kelangkaan material bangunan.
