Perbatasan RI Malaysia
BBM Kembali Normal di Perbatasan RI-Malaysia, Tapi Harga Semen di Krayan Capai Rp 1,5 Juta Per Sak
BBM di Kecamatan Krayan, Nunukan, kembali normal, namun sederet persoalan lainnya muncul silih berganti menimpa warga perbatasan RI-Malaysia itu.
Penulis: Febrianus Felis | Editor: Cornel Dimas Satrio
Menurut Haberly, saat ini semen dan besi langka semenjak Malaysia melakukan lockdown.
Alhasil, pembangunan di Krayan jadi berhenti sampai sekarang.
Dampak dari kelangkaan material ini, harganya melambung tinggi.
Sebelumnya, semen dari Malaysia hanya Rp130-150 ribu per sak, kini warga harus membayar Rp1,2 juta per sak semen dari Malinau dan Rp1,5 juta per sak semen dari Tarakan.
Untuk besi ukuran 12 mm harganya Rp300 ribu per batang, sebelumnya hanya Rp80 ribu per batang.
"Dampak dari kelangkaan material bangunan yaitu banyak pembangunan jadi terhenti. Harga dalam negeripun jadi mahal.
Kalau untuk besi 12 mm, sudah jarang sekali dipesan oleh warga. Selain harganya yang mahal juga bawanya ribet harus dipotong atau dilipat.
Besi biasanya hanya digunakan untuk proyek, kalau untuk masyarakat membangun jarang sekali, bisa hitung jari, karena harganya mahal," ujarnya.
Penulis: Febrianus felis
(*)
Berita tentang Perbatasan RI-Malaysia
Jangan Lupa Like Fanpage Facebook TribunKaltara.com
Follow Twitter TribunKaltara.com
Follow Instagram tribun_kaltara
Subscribes YouTube Tribun Kaltara Official
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/antrean-bbm-di-krayan-26032021_3.jpg)