Breaking News:

Berita Nunukan Terkini

Tahun Ajaran Baru, Disdikbud Nunukan Beber PPDB Serentak 21 Juni, Simak 4 Jalur yang Boleh Digunakan

Tahun ajaran baru, Disdikbud Nunukan beber PPDB serentak 21 Juni, simak 4 jalur yang boleh digunakan.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM/FELIS
Kepala Bidang Pembinaan SD dan SMP, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Nunukan, Widodo. TRIBUNKALTARA.COM/ Febrianus felis 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Tahun ajaran baru, Disdikbud Nunukan beber PPDB serentak 21 Juni, simak 4 jalur yang boleh digunakan.

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) bakal dibuka serentak untuk pendidikan SD dan SMP pada 21 Juni mendatang.

Ada beberapa poin penting dalam Surat Edaran (SE) Mendikbud Nomor 1 Tahun 2021 tentang pelaksanaan Ujian Nasional, Ujian Kesetaraan, Ujian Sekolah dalam masa darurat Covid-19.

Baca juga: Cuaca Kabupaten Nunukan Senin 24 Mei 2021, Hujan Ringan Diperkirakan Turun di 6 Wilayah Ini

Baca juga: Sulap Lahan jadi Tempat Wisata, Lapas Nunukan Suguhkan Pemandangan untuk Weekend Keluarga & Milenial

Baca juga: 240 Vial Vaksin Sinovac Tiba di Nunukan, Dinas Kesehatan Sebut untuk Guru, Lansia dan Disabilitas

Dalam SE Menteri Nadiem Makarim itu, juga mengatur soal PPDB di jenjang pendidikan SD, SMP dan SMA.

Kepala Bidang Pembinaan SD dan SMP, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Nunukan, Widodo mengatakan pelaksanaan PPDB di Nunukan akan dilakukan bersamaan pada 21 Juni mendatang.

"Terima rapor nanti tanggal 19 Juni. Jadi 21 Juni itu PPDB mulai dilakukan. Sesuai SE Mendikbud ada 4 jalur yang dapat digunakan oleh orang tua/ wali murid saat mendaftarkan putra-putrinya. Pertama jalur zonasi, jalur afirmasi, jalur prestasi, dan perpindahan orang tua," kata Widodo kepada TribunKaltara.com, Senin (24/05/2021), pukul 13.00 Wita.

Menurutnya, calon siswa baru yang mendaftar melalui jalur zonasi pada tiap jenjang pendidikan memiliki aturan berbeda-beda.

Untuk jalur zonasi SD paling sedikit 70 persen dari daya tampung sekolah. Sementara, untuk jalur zonasi SMP paling sedikit 50 persen dari daya tampung sekolah.

"Jadi masing-masing siswa diberi kesempatan untuk mendaftar di sebuah sekolah. Kalau bicara zonasi, berarti jarak rumah siswa dengan sekolah ya dekat. Tapi kalau ada pertimbangan orang tua di luar zonasi silahkan dengan 3 jalur lainnya. Intinya adalah mendekatkan siswa dengan satuan pendidikan. Kalau bicara kualitas pendidikan tidak bisa dibilang sama, tapi minimal mutunya kurang lebih mendekati sama. Guru dan kepala sekolah tiap tahun ditingkatkan kompetensinya juga," ucapnya.

Sementara itu, untuk calon siswa yang mendaftar melalui jalur afirmasi paling sedikit 15 persen dari daya tampung sekolah.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved