Perbatasan RI Malaysia
Kendala SDM di Perbatasan RI-Malaysia, Kepala BKPP Malinau: Banyak ASN tak Betah & Minta Pindah
Kendala SDM di perbatasan RI-Malaysia, Kepala BKPP Malinau: Banyak ASN tidak betah, baru tugas mMinta pindah.
Penulis: Mohamad Supri | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Kendala SDM di perbatasan RI-Malaysia, Kepala BKPP Malinau: Banyak ASN tidak betah, baru tugas mMinta pindah.
Tahun ini, Kabupaten Malinau turut mengadakan rekrutmen Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) 2021.
Berdasarkan data Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Malinau (BKPP Malinau), tahun 2021 ini, Kabupaten Malinau akan menerima ratusan CASN.
Baca juga: Banjir di Malinau, Pemukiman Warga Perbatasan RI-Malaysia Terendam, Jembatan Desa Apau Ping Putus
Baca juga: 800 Guru Honorer di Perbatasan RI-Malaysia tak Penuhi Kualifikasi PPPK, Masalah Status Pendidikan?
Baca juga: Upah Guru Honorer di Perbatasan RI-Malaysia Kecil, Disdik Nunukan Minta Dana BOS Disetarakan
Meliputi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) kuota 4 orang dan sekira 290 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Kepala BKPP Malinau, Marson Langub mengatakan sejumlah persoalan dihadapi pihaknya khususnya terkait ketersediaan ASN di wilayah perbatasan RI-Malaysia.
Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, sangat sedikit ASN yang sanggup bertahan bertugas di wilayah pedalaman dan perbatasan RI-Malaysia di Malinau.
"Banyak yang ketika lulus seleksi, dan ketika ditempatkan di wilayah yang jauh seperti di Sungai Tubu, beberapa bulan mereka sudah minta pindah, minta mutasi," ujarnya kepada TribunKaltara.com, Selasa (25/5/2021).
Mantan Camat Sungai Tubu tersebut mengakui ia memahami betul kendala SDM di wilayah pedalaman dan perbatasan RI-Malaysia.
Tak sedikit ASN yang ditugaskan di wilayah tersebut tak betah, bahkan banyak diantaranya yang meminta untuk dipindahtugaskan.
"Karena sesuai formasi, yang daftar bukan hanya orang Malinau, banyak juga pendaftar dari luar Kaltara. Mereka menyangka tempatnya seperti di sini, Malinau Kota. Ketika sudah ditempatkan, ada yang minta pindah," katanya.
Marson Langub meminta agar pendaftar rekrutmen CASN 2021 meneliti terlebih dulu formasi yang didaftar.
Agar benar-benar memahami bagaimana kondisi di wilayah tugasnya. Sebab, menjadi ASN sepenuhnya berkaihan dengan dedikasi untuk masyarakat.
Alasan ketidaknyamanan, kendala akses dan jangkauan telekomunikasi menurutnya tidak bisa dijadikan alasan.
"Kalau mereka pindah otomatis ada kekosongan jabatan. Kita harus nyari lagi untuk ngisi. Perbatasan itu paling membutuhkan Dokter, tenaga kesehatan dan guru," ucapnya.
Baca juga: 18 Tahun jadi Guru Honorer di Perbatasan RI-Malaysia, Lulusan S1 ini Diupah Rp 300 Ribu Per Bulan
Baca juga: Hardiknas 2021, Kisah Guru Malinau Asal Jatim, 10 Tahun Mengajar di Kabupaten Perbatasan RI-Malaysia
Baca juga: Warga Perbatasan RI-Malaysia Keluhkan Kelangkaan LPG, Muktar: Pengiriman dari Balikpapan Terlambat
Menurutnya, solusi untuk mengatasi masalah ini adalah dengan rekrutmen CASN formasi khusus wilayah perbatasan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/kepala-badan-kepegawaian-pendidikan-dan-pelatihan-kabupaten-malinau-marson-langub.jpg)