Berita Nunukan Terkini
Dua Kali Batal Berangkat Haji Ellys Junaidah dan Suami Sedih: Kami Tunggu Raja Salman Buka Lagi
Batal berangkat haji 2021, calon jemaah haji di Nunukan, Kalimantan Utara, Ellys Junaidah sebut bakal setia menunggu Raja Salman.
Penulis: Febrianus Felis | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Batal berangkat haji 2021, calon jemaah haji di Nunukan, Kalimantan Utara, Ellys Junaidah sebut bakal setia menunggu Raja Salman membuka peluang keberangkatan haji untuk Indonesia.
Sebelumnya, Pemerintah Indonesia membatalkan keberangkatan jemaah haji Indonesia 1442 H/2021 M.
Hal itu disampaikan langsung melalui Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas dalam konferensi pers di Jakarta pada Kamis (03/06/2021) siang.
Alasan pemerintah membatalkan kerangkatan jamaah haji tahun ini, lantaran situasi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini.
Baca juga: Dua Kali Batal Berangkat, Kepala Kemenag Tarakan Minta Calon Jemaah Haji Bersabar
Baca juga: Sudah Divaksin Covid-19, 115 Calon Jemaah Haji Batal Berangkat, Begini Reaksi Kemenag Nunukan
Hal itu tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 660 tahun 2021 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1442 H/2021 M.
Ellys Junaidah, mengatakan ia bersama sang suami, Farid Amiruddin sejak 2011 mendaftarkan diri sebagai calon jemaah haji.
Keberuntungan berpihak pada pasangan suami istri itu, hingga pada 2019 lalu, keduanya terpilih menjadi calon haji 2020.
Diketahui kuota calon haji 2020 di Nunukan sebanyak 115 orang.
Namun, pada tahun 2020 keberangkatan haji sempat batal satu kali, akibat saat itu awal pandemi Covid-19 di Indonesia.
Baca juga: Pemerintah Batalkan Pemberangkatan Haji 2021, 2.586 Calon Jemaah Haji Kaltim Gagal Berangkat
"Saya dan suami sudah mendaftar sebagai calon jemaah haji pada 2011. Setoran awal itu Rp25 juta. Pada tahun 2020 dipanggil untuk pelunasan Rp11 juta, karena kurs turun pada saat itu. Jadi total Rp36 juta untuk berangkat haji," kata Ellys Junaidah kepada TribunKaltara.com, Jumat (04/06/2021), pukul 14.00 Wita.
Ibu tiga anak itu mengaku sedih bahkan sempat menangis saat mendengar pemerintah membatalkan keberangkatan haji tahun ini.
Pasutri itu telah mengikuti vaksinasi dua kali termasuk kegiatan manasik yang dilakukan secara virtual tiap bulannya kepada calon jamaah haji dan beberapa kali tatap muka.
"Sedih lah mas. Tapi kita mau apa lagi. Bayangkan kami tunggu sejak 2011 lalu. Dan dua kali batal berangkat. Ya mau gimana lagi, karena masih pandemi," ucapnya.
Baca juga: Pemerintah Batalkan Keberangkatan Calon Jemaah Haji 2021, Kemenag Tarakan Tunggu Rilis Resmi
Menurut Ellys Junaidah, dirinya tak mengajukan permohonan pengembalian Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BIPIH) yang sudah terkumpul.
"Tahun 2020 lalu juga ditawarkan untuk diambil atau tidak. Tapi kami tidak ngambil. Karena kalau kita ambil dana sekarang, otomatis kita antre lagi tahun depan kalau memang tahun depan ada jadwal keberangkatan haji," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/suami-ellys.jpg)