Breaking News:

Berita Bulungan Terkini

Kasus Mark Up Mesin Ice Flake Berlanjut, Kejari Bulungan Tetapkan Tersangka Seorang Pejabat

Kasus mark up mesin ice flake berlanjut, Kejari Bulungan tetapkan seorang tersangka seorang pejabat.

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM / MAULANA ILHAMI FAWDI
Kepala Kejari Bulungan, Siju bersama Kasipidsus Haeru Jilly Roja'i dan Kasintel A. Brahma Taringan saat ditemui di Kantor Kejari Bulungan ( TRIBUNKALTARA.COM / MAULANA ILHAMI FAWDI) 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Kasus mark up mesin ice flake berlanjut, Kejari Bulungan tetapkan seorang tersangka seorang pejabat.

Kejaksaan Negeri Bulungan kembali melakukan pengembangan kasus mark up anggaran mesin ice flake dengan kapasitas 10 Ton.

Di mana dari hasil penyidikan, pihak Kejaksaan Negeri Bulungan kembali menetapkan satu orang tersangka dengan inisial NA (50).

Baca juga: Kemenag RI Umumkan Keberangkatan Haji 2021 Dibatalkan, Kanwil Bulungan Harap Jamaah tak Tarik Dana

Baca juga: Komunitas Bulungan Gigs Gelar Silaturockmi di Tengah Pandemi, Bupati Bulungan Beri Apresiasi

Baca juga: Prakiraan Cuaca Bulungan Hari Ini, Pagi dan Siang Cerah, Waspadai Dampak Siklon Tropis Choi-Wan

Tersangka NA diketahui berperan sebagai pejabat pembuat komitmen atau PPK sekaligus kuasa pemegang anggaran atau KPA pada pengadaan mesin ice flake Tahun Anggaran 2016 lalu.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kajari Bulungan, Siju, ditemui di Kantor Kejari Bulungan, Jumat (4/6/2021).

"Kami telah melakukan pemeriksaan kepada tersangka dengan inisial NA, selaku PPK dan KPA dengan dugaan tindak pidana korupsi pada pengadaan mesin ice flake di Dinas Kelautan Perikanan Bulungan tahun anggaran 2016," ujar Kejari Bulungan Siju.

Menurut Siju, tersangka NA yang saat itu duduk sebagai Pelaksana Tugas atau Plt Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Bulungan, terlibat dalam mark up anggaran pengadaan mesin ice flake di Mangkupadi.

Di mana atas perbuatannya, negara dirugikan sebesar Rp 600 Juta. Pihak Kejari Bulungan mengaku masih akan mendalami keterlibatan pihak lainnya.

"Dia terlibat, nilainya Rp 600 Juta, untuk pihak lain yang terlibat, kita masih akan lakukan pendalaman, kita akan kembangkan lagi," katanya.

Atas perbuatannya, NA disangkakan melanggar Pasal 2 subsider Pasal 3 Juncto Pasal 18  Undang-undang No. 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah menjadi UU No. 20/2001 Juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved