Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

Warga Pantai Amal Sambut Baik Pelatihan Pembibitan dan Penanaman Ulang Pohon Bakau

Belum lama ini Ketua Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) berkunjung ke Kaltara. Salah satu wilayah yang disambangi yakni kawasan pesisir.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH
Momen Kepala BRGM, Hartono mengunjungi KKMB Kota Tarakan 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Belum lama ini Ketua Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) berkunjung ke Kaltara. Salah satu wilayah yang disambangi yakni kawasan pesisir Kelurahan Pantai Amal Kota Tarakan.

Kedatangan Ketua BRGM, Hartono dalam rangka melakukan pemantauan kondisi pesisir mangrove yang mulai terkikis dan berkurang karena aktivitas manusia.

Direncanakan kawasan pesisir tersebut akan ditanami ulang bibit bakau sebagai bentuk rehabilitasi dan untuk menjaga keberlanjutkan kehidupan pohon bakau di area pesisir Tarakan.

Baca juga: Awal Tahun 2021 BKP Tarakan Fasilitasi Ekspor Kulit Kayu Bakau ke Filipina, Berat 19 Ton

Baca juga: Hari Keanekaragaman Hayati Internasional, Balai TNK Bontang Menanam 2.021 Pohon Mangrove

Dalam hal ini BRGM bekerja sama dengan Badan Pengelola DAS (BPDAS) Kaltara dan Tarakan untuk pemberian pendampingan dan pelatihan pembibitan serta penanaman bibit Mangrove.

Merespons hal tersebut, Ketua RT 2 Kelurahan Pantai Amal Lama, Sabir mengatakan, pihaknya menyambut rencana pelatihan dan pendampingan warga pesisir di RT 2 Kelurahan Pantai Amal tersebut.

"Menurut saya ini sangat bagus sekali kunjungannya. Sebenarnya infonya baru dapat. Saya juga baru mudik. Teman-teman yang tahu. Kalau yang jadi keinginan masyarakat, dengan kunjungan ini tentunya sangat merespons baik," urai Sabir.

Ia melanjutkan, kawasan hutan mangrove di area pesisir ini sangat penting karena berfungsi mengurangi abrasi pantai.

"Juga kalau ada pohon bakau bisa menahan angin kencang dari laut," urainya.

Baca juga: Bocoran Episode 1 The Penthouse 3 Jumat Malam Ini: Logan Lee Terkena Ledakan, Soo Ryeon Balas Dendam

Ia membeberkan, kondisi pesisir wilayah tersebut dulunya sangat lebat ditumbuhi pohon bakau.

"Kalau tebang pohon belum bisa saya benarkan. Kalau yang kami lihat, pasir semakin naik sehingga lumpurnya hilang. Pohonnya mati. Harusnya daerahnya lumpur baru bisa subur pohon bakaunya," jelas Sabir.

Menannam 2.021 batang mangrove dalam rangka Hari Keanekaragaman Hayati Internasional 2021, di Park Mangrove Saleba.
Menannam 2.021 batang mangrove dalam rangka Hari Keanekaragaman Hayati Internasional 2021, di Park Mangrove Saleba. (TRIBUNKALTIM.CO)
Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved