Breaking News:

Berita Daerah Terkini

Tidak Ada Perlawanan dari Pedagang, Satpol PP Kota Samarinda Lakukan Penertiban Lapak PKL 

Hujan yang menguyur Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), tak menyurutkan anggota Satpol PP melakukan penertiban PKL.

Editor: Junisah
TRIBUNKALTIM.CO
Suasana saat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Samarinda, melakukan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL), di Kawasan Polder Air Hitam, Kota Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim), Senin (7/6/2021). 

TRIBUN KALTARA.COM, SAMARINDA - Hujan yang menguyur Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), tak menyurutkan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan penertiban lapak-lapak milik Pedagang Kaki Lima (PKL).

Penertiban lapak  dan barang milik PKL dilakukan di Kawasan Polder Air Hitam, Senin (7/6/2021).

Baca juga: Jeritan Pedagang Lang-lang Dihimpit Angsuran Bank, Tak Bisa Jualan karena Pemkot Bontang Lakukan ini

Baca juga: Pedagang Keluhkan Jualan di Dalam Pasar Pembeli Sepi, Pemkot Bontang Menata Ulang Lapak

Penerbitan yang dimulai pukul 10.30 Wita, disaksikan langsung Camat Samarinda Ulu, Muhammad Fahmi, dan didampigi anggota kepolisian dan TNI.

Dalam penertiban ini ada 75 petugas yang diturunkan di lapagan.

Baca juga: Cegah Pedagang dan Parkir Liar, Dishub Kota Samarinda Pasang Barier di Pasar Pagi Gajah Mada

Saat dilakukan penertiban lapak dan barang PKL, tidak ada perlawana dari PKL.  Kemunginan tidak adanya PKL, karena kondisi cuaca yang sedang hujan

Kepala Satpol PP Samarinda Muhammad Darham, melalui Kepala Seksi Operasinal atau Kasi Ops Satpol PP Samarinda Boy Leonard Sianipar mengungkapkan, penertiban ini pihaknya membawa lapak dan barang yang masih ditinggal para PKL.

Pedagang membongkar sendiri banguan dagangan liar mereka yang berada di Jalan Gadja Mada, Samarinda. FOTO Rita Lavenia
Pedagang membongkar sendiri banguan dagangan liar mereka yang berada di Jalan Gadja Mada, Samarinda. FOTO Rita Lavenia (TRIBUNKALTIM.CO)

"Yang ketangkapan basah berjaualan tidak ada, jadi lapak dan barang yang ditinggalkan, itu yang kami bawa untuk diamankan," ucapnya,  Senin (7/6/2021).

Baca juga: Sempat Tuai Protes dari Pedagang, Pusat Perbelanjaan Kandilo Plaza  di Kabupaten Paser Dibuka

Boy Leonard Sianipar mengatakan, pihaknya melakukan penertiban ini, karena adanya perintah dan instansi terkait. 

Diakui Boy Leonard Sianipar, sebenarnya pihaknya juga tidak ingin memutus piring nasi orang istilah mata pencaharian, namun satu hal yang perlu di perhitungkan yakni adanya aturan.

Seandainya nantinya dimungkingkan untuk diatur atau ditata masyarakat di sana agar bisa berjualan kembali, hal tersebut tentunya akan labih baik lagi.

Baca juga: Saat Bupati Bulungan Syarwani Tinjau Pasar Induk, Asosiasi Pedagang Ungkapkan Ini

"Berharap kepada instansi terkait agar memikirkan hal tersebut. Kita dari Satpol PP ingin adanya Wini win Solutions masyarakat ada solusi untuk berjualan, pemerintah juga memberikan pertauran yang sekira tidak dilanggar," pungkasnya.

(*)

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved