Breaking News:

Berita Nunukan Terkini

30 Ekor Babi Mati, Kadispertanakan Nunukan Masniadi Minta Warga Waspada Penyakit ASF dan Imbau ini

30 ekor babi mati, Kadispertanakan Nunukan Masniadi minta warga waspada penyakit ASF dan imbau ini

Penulis: Febrianus Felis | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM/FELIS
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Nunukan, Masniadi. TRIBUNKALTARA.COM/ Febrianus felis. 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - 30 ekor babi mati, Kadispertanakan Nunukan Masniadi minta warga waspada penyakit ASF dan imbau ini

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Nunukan, mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk mewaspadai penularan penyakit African Swine Fever (ASF).

Sebelumnya, diduga penyakit ASF telah masuk ke wilayah Krayan Timur, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara), sehingga menyebabkan 30 ekor babi mati.

Baca juga: 30 Ekor Babi Mati di Wilayah Krayan Timur, Kadispertanakan Nunukan Masniadi Beber Dugaan & Kronologi

Baca juga: 40 Babi di Bulungan Mati Mendadak, Dinas Pertanian Kaltara Jelaskan Virus ASF, Menular ke Manusia?

Baca juga: Babi Mati Mendadak tak Hanya di Bulungan, Distan Kaltara Ungkap Terjadi Juga di Malinau & Nunukan

Puluhan ekor babi dikubur di Desa Wa Yagung dan Desa Bungayan, Kecamatan Krayan Timur, Kabupaten Nunukan, belum lama ini. (Istimewa).
Puluhan ekor babi dikubur di Desa Wa Yagung dan Desa Bungayan, Kecamatan Krayan Timur, Kabupaten Nunukan, belum lama ini. (Istimewa). (istimewa)

 

Penyakit ASF yang disebabkan oleh virus Genus Asfivirus dan Family Asfarviridae itu, pertama kali masuk di Indonesia pada awal 2020.

Diketahui penyakit ASF dapat menyebabkan penyakit pada babi, bahkan dengan fatalitas 100 Persen.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Nunukan, Masniadi meminta warga untuk meningkatkan kewaspadaan.

Lantaran, semakin meningkatnya resiko terjadinya penularan penyakit ASF, pasca kejadian di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur dan di Sabah, Malaysia.

"Warga harus mampu mengenali gejala penyakit ASF atau demam babi Afrika. Penyakit itu mirip dengan classical wine fever (Hog Cholera) yaitu demam, diare, muntah, dan ruam kemerahan pada kulit," kata Masniadi kepada TribunKaltara.com, Sabtu (12/06/2021), sore.

Menurutnya, penularan penyakit ASF itu melalui kontak langsung, serangga, pakan, peralatan peternakan, kendaraan, dan pakan yang tercemar virus ASF.

Selain itu, dia menyampaikan, apabila ada dugaan penularan ASF di lingkungan sekitar, agar segera melaporkan kepada petugas kesehatan hewan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved