Breaking News:

Berita Nunukan Terkini

Ada Enam Desa Tertinggal di Kabupaten Nunukan, Bupati Asmin Laura Tegaskan Camat Harus Lakukan Ini

Bupati Nunukan Asmin Laura sebut masih ada 6 desa di Kabupaten yang memiliki status sangat tertinggal.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ FEBRIANUS FELIS
Bupati Nunukan, Asmin Laura rapat dengan OPD, Senin (14/6/2021) 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Bupati Nunukan Asmin Laura sebut masih ada 6 desa di kabupaten yang memiliki status sangat tertinggal.

Keenam desa itu tersebar di 3 kecamatan yakni Lumbis Pansiangan, Krayan Timur, dan Lumbis Ogong.

"Di Kabupaten Nunukan masih ada 6 Desa yang sangat tertinggal. Itu harus kita benahi," kata Asmin Laura kepada TribunKaltara.com, Senin (14/06/2021), pukul 14.00 Wita.

Baca juga: TPP Undur Diri, Tenaga Pendamping Profesional 109 Desa di Malinau Sisa 49, P3MD Akui Kekurangan SDM

Baca juga: Sungai di Malaysia Meluap, 8 Desa di Nunukan Terendam Banjir, 2.752 Jiwa Pilih Bertahan di Rumah

Meski begitu, dia bersyukur, lantaran pagi tadi pihaknya telah melakukan penandatanganan berita acara mengenai 10 desa mandiri. Sebelumnya, Asmin Laura menargetkan hanya 5 desa mandiri.

"Alhamdulillah, kita mampu capai lebih dari target. Tadi ada penandatangan berita acara bahwa dari target yang sebenarnya hanya 5 desa mandiri pada periode pertama saya, namun tadi ada 10 desa yang masuk indikator desa mandiri," ucapnya.

Baca juga: Update Banjir Sembakung, Dua Desa Ketinggian Air Sepinggang Orang Dewasa, 17 Rumah Terendam

Terkait 6 desa yang masih sangat tertinggal, orang nomor satu di Nunukan itu menegaskan kepada camat untuk melakukan pembinaan.

Dengan kata lain, memanfaatkan dana desa semaksimal mungkin.

Pengambilan sampel ternak babi yang mati di Desa Wa Yagung, Kecamatan Krayan Timur, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.
Pengambilan sampel ternak babi yang mati di Desa Wa Yagung, Kecamatan Krayan Timur, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. (TRIBUNKALTARA.COM/ Istimewa)

Lebih lanjut dia sampaikan, dana desa ada Rp197 miliar setiap tahunnya yang tersebar di 232 desa.

"Itu angka yang fantastis. Dalam APBD, kita tidak dapatkan anggaran sebanyak itu. Space anggaran paling banyak Rp30 miliar. Tahun depan itu malah hanya Rp14 miliar saja dari APBD. Untungnya kita selalu dapatkan DAK. Itupun sudah jelas peruntukkannya," ujarnya.

Baca juga: Banjir Sembakung Nunukan Surut jadi 4,35 Meter, Ketua KSB: Desa Tagul Masih Sepinggang Orang Dewasa

Baca juga: Atasi Stunting, Disdikbud Nunukan Gelar Progasda Plus di Desa Binusan Dalam & 3 Sekolah Terpencil

Lanjut Asmin Laura,"Saya minta para Camat untuk melihat potensi di desa. Jangan sembarangan. Saya minta camat lakukan pembinaan agar keenam desa itu bisa lepas dari predikat sangat tertinggal," tuturnya.

Dia kembali mengingatkan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD), agar dalam menerjemahkan visi dan misi kepala daerah di periode kedua ini, harus lebih cermat lagi.

"Jangan sampai mubazir terhadap anggaran. Kita lebih baik fokus satu, dua kegiatan yang bisa dijalankan ketimbang 3 sampai 5 kegiatan yang pada akhirnya tidak bisa dijalankan. Bukan saya hambat inovasi OPD, tapi kan sayang juga banyak program tapi tidak bisa direalisasikan,"ungkapnya.

Baca juga: Banjir Genangi 8 Desa di Kabupaten Nunukan, 1.568 Jiwa Warga Pilih Bertahan, Inilah 8 Desa Terdampak

Di samping itu, kata Asmin juga harus melihat skala prioritas, utamanya bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi," ungkapnya.

(*)

Penulis: Febrianus felis

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved