Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

Danrem Brigjend TNI Suratno Targetkan Vaksinasi di Kaltara 3.597 Orang, Ada Ditolak, Ini Alasannya

Danrem 092 Maharajalila, Brigjend TNI Suratno mengatakan target vaksinasi untuk Kaltara ada 3.597 orang selama satu minggu ke depan.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH
Pelaksanaan vaksinasi untuk masyarakat umum di Makodim 0907 Tarakan, Senin (28/6/2021) kemarin 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Vaksinasi masyarakat umum sudah mulai berjalan sejak 27 Juni 2021. Sampai dengan Senin (28/6/2021) total pendaftar vaksinasi melalui Kodim 0907 Tarakan mencapai 2.750 orang.

Sebelumnya yang sudah masuk dalam list antrean pendaftar yakni mencapai 1.500 orang. Dan Senin (28/6/2021) total 371 orang sudah menjalankan vaksinasi.

Adapun alurnya sendiri dibeberkan Danrem 092 Maharajalila, Brigjend TNI Suratno, mekanisme pendaftaran oleh Kodim 0907 Tarakan mengintruksikan kepada seluruh babinsa di masing-masing kelurahan untuk mendata warga yang bersedia menjalani vaksinasi.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 di Malinau Sasar 24.279 Dikebut Usai Tahun Depan, Round 2 Dijadwalkan Juli 2021

"Babinsa sudah mendata dua hari sebelumnya. Kita sampaikan kepada masyarakat, kemudian H-1 direkap di Kodim 0907. Mereka datang bawa blanko formulir yang sudah diisi di hari H yang dijadwalkan," urai Brigjend TNI Suratno kepada TribunKaltara.com.

Kemudian tahapan selanjutnya, menjalani screening. Screening bertujuan mengetahui riwayat penyakit dan juga kesiapan menjalani vaksinasi.

"Kalau tensi tinggi istrahat dulu. Termasuk ada riwayat komorbid. Kalau ada kemudian tak terkontrol sesuai anjuran aturan dokter, tidak bisa divaksin," ujarnya.

Baca juga: Animo Masyarakat Kaltara Ikut Vaksinasi Covid-19 Tinggi, Target Sepekan 3.597 Orang Disuntik Vaksin

Selanjutnya setelah melalui tahap screening selanjutnya akan kembali dipanggil untuk menjalani vaksinasi
Adapun untuk pekan ini vaksinasi yang digunakan yakni Sinovac.

Usai menjalani vaksinasi lanjut Brigjend TNI Suratno, selanjutnya menuju kursi observasi dan akan diobservasi selama 30 menit. "Kalau ada keluhan peserta vaksin segera melapor ke petugas akan ditanyakan," jelasnya.

Bahkan ada ruangan khusus lengkap dengan peralatan medisnya disiapkan mengantisipasi terjadinya kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI).

Dandim 0907 Tarakan, Letkol Infanteri Eko Antoni Chandra Lestianto saat memantau pelaksanan vaksinasi untuk lansia.
Dandim 0907 Tarakan, Letkol Infanteri Eko Antoni Chandra Lestianto saat memantau pelaksanan vaksinasi untuk lansia. (TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH)

"Setelah divaksin besoknya dia baru rasa gejala, tetap laporkan. Misalnya demam, tetap dilaporkan supaya kami bisa lihat perkembangan. Alhamdulillah sejauh ini setelah saya tanya ke mereka saat memantau vaksinasi, belum ada merasa sakit. Mereka heppy saja," urainya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved