Idul Adha 2021

Bupati Bulungan Syarwani Buka Opsi Tiadakan Salat Idul Adha Berjamaah, Zona Merah Dipastikan Tak Ada

Bupati Bulungan Syarwani membuka opsi untuk meniadakan Salat Idul Adha secara berjamaah di wilayah Bulungan.

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ MAULANA ILHAMI FAWDI
Bupati Bulungan, Syarwani 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Bupati Bulungan Syarwani membuka opsi untuk meniadakan Salat Idul Adha secara berjamaah di wilayah Bulungan.

Peniadaan ini menyusul masuknya Kabupaten Bulungan ke dalam daftar wilayah Pengetatan PPKM Mikro sepanjang Tanggal 6 hingga 20 Juli mendatang.

Menurut Bupati Syarwani, peniadaan pelaksanaan Salat Idul Adha secara berjamaah akan melihat zona peta wilayah risiko penularan Covid-19.

Baca juga: Masuk Pengetatan PPKM Mikro, Bupati Syarwani Larang Perjalanan Dinas Bagi PNS Pemkab Bulungan

"Kalau di Bulungan nanti kan ada zonanya, apakah itu zona hijau, oranye atau merah.
Kalau merah tentu tidak akan ada kegiatan," ujar Bupati Bulungan, Syarwani, Selasa (6/7/2021).

Kendati berpotensi meniadakan kegiatan Salat Idul Adha secara berjamaah, Bupati Syarwani mengaku hingga saat ini belum mengambil keputusan tersebut.

Baca juga: Diberlakukan PPKM Mikro di Bulungan, Bupati Syarwani Pastikan PTM Serentak Ditunda

Dirinya baru akan mengambil keputusan setelah bertemu dan berdialog dengan pimpinan Ormas Islam.

Langkah tersebut diambil, agar setiap kebijakan yang diputuskan nantinya, mendapatkan dukungan oleh semua pihak dan masyarakat.

Spanduk imbauan terkait PPKM Mikro di salah satu wilayah pemukiman yang berada di Kota Balikpapan
Spanduk imbauan terkait PPKM Mikro di salah satu wilayah pemukiman yang berada di Kota Balikpapan (TRIBUNKALTIM.CO)

"Kita juga nanti harus sampaikan kepada tokoh agama dan Ormas-ormas Islam, karena kita tidak ingin nanti kebijakan yang diambil ada penolakan dari masyarakat," terangnya.

Tak hanya kegiatan Salat Idul Adha, Bupati Syarwani juga mengaku belum dapat memutuskan apakah kegiatan keagamaan yang rutin dilaksanakan di Masjid, Gereja, Pura dan Vihara dapat ditiadakan selama Pengetatan PPKM Mikro berlangsung.

Baca juga: Bulungan Masuk PPKM Mikro Diperketat, Mulai 6 Juli 2021 Diberlakukan, Bupati Syarwani Lakukan Ini

Seperti halnya Salat Idul Adha, dirinya juga akan bertemu pimpinan Ormas Keagamaan sebelum memutuskan meniadakan dan menutup rumah ibadah selama masa pengetatan dilakukan mulai Tanggal 6 hingga 20 Juli mendatang.

"Untuk kegiatan keagamaan, memang ini cukup sensitif ya, sekalipun dalam instruksi meniadakan, tapi ada klausul untuk ditetapkan oleh Pemda masing-masing," katanya.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Nunukan Bertambah, Pemkab Belum Terapkan PPKM Mikro, Begini Alasannya 

"Dan sebelum itu ditetapkan kita juga akan ajak pimpinan Ormas Keagamaan masing-masing untuk berdiskusi terkait hal ini," ucapnya.

(*)

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved