Breaking News:

Berita Tana TidungTerkini

RSUD Akhmad Berahim Tana Tidung Kurang Tenaga Kesehatan, Terutama Dokter Spesialis Anak & Kandungan

Dirut RSUD Akhmad Berahim KTT, Budi Samroni mengatakan, pihaknya masih membutuhkan banyak tenaga kerja, terutama dokter spesialis anak dan kandungan.

Penulis: Risnawati | Editor: Junisah
tribunkaltara.com
Dirut RSUD Akhmad Berahim Kabupaten Tana Tidung, dr Budi Samroni. 

TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Akhmad Berahim Kabupaten Tana Tidung, dr Budi Samroni mengatakan, pihaknya masih membutuhkan banyak tenaga kerja.

"Berdasarkan anjab dari Rumah Sakit kita sendiri, masih butuh banyak (tenaga kerja)" ujarnya, Selasa (13/7/2021)

Mantan Kepala Puskesmas Tana Lia ini menambahkan, di RSUD Akhmad Berahim, tidak hanya membutuhkan tenaga kesehatan. Tenaga kerja lainnya pun cukup dibutuhkan.

Baca juga: Persediaan Tabung Oksigen di RSUD Akhmad Berahim Tana Tidung Aman: Tak Hanya Buat Pasien Covid-19

Kalau berdasarkan tipe dan jumlah penduduk, tenaga kesehatan kita mungkin sudah cukup.

Tapi dengan kasus Covid-19 begini, kita tetap butuh. Apalagi kita sudah memisah-misahkan ruangan," ucapnya.

Baca juga: Akui Sarana Prasarana Kurang, Dirut RSUD Akhmad Berahim KTT dr Budi Samroni Sebut Perlu Pembenahan

Pria kelahiran Bandar Lampung itu menyebutkan, total keseluruhan karyawan RSUD Akhmad Berahim berjumlah 218 orang.

"Total karyawan kita itu 218, baik ASN dan PTT. Karena non nakes itu, seperti cleaning service, kasir loket, supir, itu juga karyawan. Kalau Nakes ada 100an lebih," sebutnya.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Akhmad Berahim, Kabupaten Tana Tidung.
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Akhmad Berahim, Kabupaten Tana Tidung. (TRIBUNKALTARA.COM/RISNAWATI)

Sementara tenaga yang paling dibutuhkan RSUD Akhmad Berahim, adalah dokter spesialis.

"Total dokter spesialis kita ada dua,  dokter spesialis anak dan spesialis obgyn (kandungan).

Baca juga: RSUD Akhmad Berahim Tana Tidung Siapkan Ruangan Isolasi Covid-19, Sediakan Ribuan APD

Kalau spesialis penyakit dalam, sebenarnya kita juga kerjasama dengan Malinau. Cuma lagi-lagi terhambat Covid-19 ini," tuturnya.

(*)

Penulis: Risnawati

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved