Breaking News:

Berita Terkini Bulungan

KTT Terbanyak Kasus Terpapar Covid-19 Varian Delta, Bupati Bulungan Tingkatkan PPKM Mikro di Sekatak

Kabupaten Tana Tidung atau KTT merupakan wilayah yang paling banyak menyumbang kasus terpapar Covid-19 varian Delta di Kalimantan Utara.

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi | Editor: Sumarsono
TribunKaltara.com / Maulana Ilhami Fawdi
Bupati Bulungan Syarwani menegaskan tak melarang kegiatan ibadah selama pengetatan PPKM mikro di Bulungan, Rabu (7/7/2021). (TribunKaltara.com / Maulana Ilhami Fawdi) 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Kabupaten Tana Tidung atau KTT merupakan wilayah yang paling banyak menyumbang kasus terpapar Covid-19 varian Delta di Kalimantan Utara.

Berdasarkan hasil pengujian spesimen oleh Litbangkes Kemenkes RI, dari 8 spesimen varian Delta asal Kaltara, 3 spesimen yang tepapar Covid-19 varia asal India di antaranya terdeteksi di KTT.

Sebagai wilayah yang berbatasan darat dengan KTT, Bupati Bulungan Syarwani menyebut akan meningkatkan peran Satgas PPKM Mikro di tingkat Desa di Sekatak.

Mengingat wilayah tersebut berbatasan langsung dengan KTT.

Baca juga: Virus Corona Varian Delta Terdeteksi di Bulungan, Bupati Syarwani Sebut Pasien Dinyatakan Sembuh

"Kemaren PPKM kita inikan difokuskan di tingkat desa, dan perbatasan Tana Tidung Bulungan itu ada di Desa Sekatak, jadi ini yang kita maksimalkan," ujar Bupati Syarwani ditemui di Kantor Bupati Bulungan, Rabu (21/7/2021).

Tak hanya peran Satgas PPKM Mikro tingkat Desa, dengan adanya kebijakan tes antigen oleh Pemkab KTT, maka Syarwani berharap para pelaku perjalanan asal KTT, bebas dari Covid-19.

"Kalaupun nanti dari Tana Tidung diwajibkan keluar masuk dengan tes antigen, kita harapkan data medisnya data klinisnya ada, jadi ini melindungi warga kita yang di Bulungan," terangnya.

Baca juga: Covid-19 Varian Delta Terdeteksi di Tana Tidung, Wabup Hendrik Minta Warga Tak Abaikan Prokes

"Asumsi kita, kalau dia keluar Tana Tidung dan sebelum keluar sudah tes antigen dan negatif, artinya saat nanti masuk Bulungan, kita sudah aman," tambahnya.

Namun demikian, Syarwani mengaku hingga kini pihaknya belum membuat aturan khusus terkait persyaratan pelaku perjalanan menuju wilayah Bulungan.

Baik perjalanan darat maupun sungai atau laut. "Kita belum ada peraturan spesifik harus antigen atau vaksin," terangnya.

Baca juga: PPKM Mikro di Nunukan Diperpanjang, Bupati Asmin Laura: Pintu Masuk Kabupaten Nunukan Diperketat

"Kalau kita ingin terapkan antigen begitu, tapi kalau dari peraturan yang kita terima hari ini, untuk angkutan massal, umum sungai dan laut tetap dengan prokes itu saja," tuturnya.

(*)

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved