Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

Percepat Vaksinasi, PMI Kota Tarakan Dapat 12.000 Dosis Vaksin, Sasar Ojek, Grab dan Marbot Masjid

PMI Tarakan ikut dilibatkan dalam percepatan pelaksanaan vaksinasi bagi masyarakat umum. Total ada 12.000 dosis vaksin. Sasar ojek dan marbot masjid.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH
Kepala Kantor PMI Kota Tarakan, Hamid Amren. 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Kabar baik bagi masyarakat Kota Tarakan yang saat ini masih belum mendapatkan vaksinasi.

PMI Kota Tarakan ikut dilibatkan dalam percepatan pelaksanaan vaksinasi bagi masyarakat umum. Total ada 12.000 dosis untuk dosis pertama dan kedua akan tiba dalam waktu dekat.

Dikatakan Kepala UPT PMI Kota Tarakan, Hamid Amren, dalam hal penanganan Covid-19, PMI Kota Tarakan juga terlibat dalam aksi vaksinasi. Tarakan mendapatkan jatah 12.000 dosis vaksin.

Baca juga: PTM Dilaksanakan Mulai Pekan Lalu, Vaksinasi Peserta Didik Malinau Mulai Didistribusikan ke Sekolah

Saat ini juga dalam rangka persiapan pelatihan staf yang menangani vaksinasi. Adapun sasaran vaksinasi nantinya adalah mereka yang tidak terjangkau selama ini.

“Sentuh yang tidak tersentuh. Nanti aka nada supir grab, supir online, nelayan, petugas, marbot. Kami akan layani PMI,” ujar Hamid Amren usai kegiatan HUT ke-76 PMI dilaksanakan di Markas PMI Kota Tarakan, Kelurahan Kampung Satu.

Baca juga: Peserta Vaksinasi Covid-19 di Bulungan Meningkat, Kini Sentuh Angka 71.507 Orang

Saat ini PMI Kota Tarakan memiliki tiga dokter yang bertugas. Tiga dokter ini juga akan terlibat dalam pelaksanaan vaksinasi. “Ada dr. Edy, ada dr. Dian, ada dr.Nisa dan tenaga lainnya,” sebutnya.

Adapun sasaran dan cara pemanggilannya tidak mobile tetapi dipanggil ke PMI Kota Tarakan. Bisa didata melalui komunitas masing-masing.

Logostik vaksinasi hanya bisa menunggu alokasi yang dijatahkan dari pemerintah pusat. Warga diimbau bersabar menanti giliran. TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
Logostik vaksinasi hanya bisa menunggu alokasi yang dijatahkan dari pemerintah pusat. Warga diimbau bersabar menanti giliran. TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH (TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH)

“Misalnya ojek pangkalan, bisa tolong didata anggotanya bawa KTP dan disuruh datang terjadwal bertahap. Sehingga pelayanan kami nanti akan panjang,” ujarnnya.

Dalam sehari dilakukan bertahap dan dibatasi pelaksanaannya. Jika dipaksakan digelar dalam jumlah banyak dikhawatirkan nantinya akan menjadi klaster baru.  “Makanya nanti sedikit-sedikit. Jadi tidak berkerumun,” ujarnya.

Baca juga: Vaksinasi Booster Tenaga Kesehatan Stagnan 51 Persen, Kadinkes Malinau dr John Beber Penyebabnya

Adapun rencana vaksinasi bagi masyarakat ini dimulai akhir September 2021. Vaksin akan dikirim 22 September mendatang. “Jumlah 12.000 dosis. Jadi total ada 6.000 dosis pertama dan 6.000 dosis kedua,” sebutnya.

Jenis vaksin yang akan digunakan yakni Pfizer. Dan jenis vaksin ini bisa digunakan untuk keberangkatan ibadah umrah ke Tanah Suci.

“Kami minta dukungan, yang belum silakan datang ke PMI untuk mendaftarkan diri,” pungkasnya.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved