Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

Kuasa Hukum Nilai Kasus Iwan Setiawan Murni Politis, Belum Tahu Alasan JPU Tarik Permintaan Banding

Pasca penetapan kasus PN Tanjung Selor terhadap Iwan Setiawan, terlapor kasus pencemaran nama baik mantan Gubernur Kaltara Irianto,JPU Ajukan banding

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH
Iwan Setiawan, diputuskan hanya menjalani amsa percobaan hukuman pasca divonis bersalah kasus pencemaran nama baik mantan Gubernur Kaltara. 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Pasca penetapan kasus oleh PN Tanjung Selor terhadap Iwan Setiawan, terlapor kasus pencemaran nama baik mantan Gubernur Kaltara Irianto Lambrie, pihak Jaksa Penutut Umum (JPU) ajukan banding.

JPU dari Kejari Bulungan, Danu Bagus Pratama diketahui mengajukan banding terhadap putusan hakim yang dianggap tidak sesuai dengan tuntutan awal.

JPU mengajukan banding pada Kamis (9/9/2021) lalu. Namun belakangan beredar informasi, JPU Kembali menarik permintaan pengajuan banding terhadap kasus tersebut.

Baca juga: Divonis Enam Bulan, Iwan Setiawan Hormati Keputusan Hakim, Sebut Perkaranya Kritik Membangun

Menyoal pencabutan banding oleh jaksa, Iwan Setiawan dalam hal ini sebagai orang yang terlapor, pihaknya belum mengetahui apa alasan JPU melakukan pencabutan atau penarikan banding. “Kalau itu mungkin bisa ditanyakan ke meraka,” tegasnya.

Sementara itu kuasa hukum Iwan Setiawan, Salahuddin juga mengatakan hal yang sama. Pihaknya mengintruksikan untuk mengonfirmasi kepada pihak JPU yang melakukan penarikan permintaan banding tersebut.

“Memang ada infonya jaksa penuntut umum mencabut banding. Mungkin bisa ditanyakan langsung ke yang bersangkutan alasannya dicabut,” jelasnya.

Baca juga: Penasehat Hukum Iwan Setiawan Jelaskan Alasan Kliennya Tidak Ajukan Banding

Adapun lanjutnya, menyoal putusan hukuman terhadap kasus Iwan Setiawan sebagai Ketua Tim Hukum dari tergugat Iwan Setiawa, tuntutan yang diajukan pihak kejaksaan dinilai lemah.

“Pemeriksaan Iwan Setiawan sejak dari penyidik di Direskrimsus Polda Kaltara, semuanya lemah. Ini kasus sepertinya dipaksakan untuk dijadikan Iwan sebagai tersangka,” jelasnya.

Adapun kasusnya ini, sudah hampir dua tahun mengendap dan saat ingin pemilukada yang bersangkutan ditetapkan menjadi tersangka.

Ruang Sidang Cakra PN Tanjung Selor sedang persiapan bacaan putusan akhir terhadapa IS, Kamis (2/09/2021).
Ruang Sidang Cakra PN Tanjung Selor sedang persiapan bacaan putusan akhir terhadapa IS, Kamis (2/09/2021). (TRIBUNKALTARA.COM/ GEORGIE SENTANA HASIAN SILALAHI)

“Saya menegarai di sini ada pesan khusus dari pelapor. Penyidik di Polda Kaltara sudah dua tahun menerima laporan. Dan dinaikkan jadi tersangka. Dan dalam hal ini jaksa tidak memilah kasus ini,” jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved